Rabu, 04 Juli 2018

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN OMA DAN OPA


Wawancara dengan OPA :

Aku : "Opa, berapa lama dulu opa pacaran sama oma ?"
Opa : "Kami tidak pacaran"
Aku : "Dijodohkan ?"
Opa : "Tidak juga."
Aku : "Lho trus ?"
Opa : "Saat aku bercerita pada ibuku, sedang tertarik dg wanita, ibuku langsung melamarnya.

Aku : "Opa langsung setuju ?"
Opa : "Setujulah, karena aku serius dengannya. Dan ibuku sudah menjaga harga diriku, karena aku tidak perlu berpacu dengan debaran hatiku hanya untuk mengatakan "aku cinta kamu, maukah kamu menjadi pacarku ?" Tapi ibuku yang langsung melamarnya untukku."
Aku : "Apakah opa tidak pernah pacaran sebelumnya ?"
Opa : "Pernah."
Aku : "Lantas kenapa tidak melamar pacar-pacar opa ?"
Opa : "Mereka adalah wanita-wanita berani. Bila denganku saja mereka berani, akankah mereka menghormati ibuku ?"


Aku : "Apa yang menarik dari oma ?"
Opa : "Dia tidak menarik, tapi dia berbeda. Dia satu2nya wanita yg saat itu kuperkirakan hanya terpaut beberapa tahun dibawahku dan selalu kulihat sholat subuh berjama'ah di masjid kampung kami dulu. Padahal kampung kami begitu luas dan hanya ada 1 masjid."
Aku : "Lantas, opa cari tahu dimana rumah oma ?"
Opa : "Tidak perlu, cukup kuajak ibuku untuk sholat subuh dan beliau yg langsung bertanya dimana rumah orang tuanya."
Aku : "Selama menikah, pernahkah opa jatuh cinta dengan wanita lain selain oma ?"
Opa : "Aku tidak tahu, itu jatuh cinta atau apa, tapi aku pernah tertarik pada wanita lain selain isteriku. Namun itu hanya sesaat, tidak berlangsung lama, aku kembali lagi pada isteriku."
Aku : "Apa istimewanya seorang oma, hingga opa akhirnya memilih kembali lagi pada oma ?"
Opa : "Karena dia satu-satunya wanita yang aku nikahi tanpa aku pacari."

Kita beralih pada Oma :

Aku : "Sebelum menikah dengan opa, apakah oma pernah pacaran ?"
Oma : "Pernah, beberapa kali."
Aku : "Mengapa tidak menikah dengan salah satu dari mereka ?"
Oma : "Mereka belum ada yang siap menikah. Begitulah alasannya."

Aku : "Opa bercerita, oma satu-satunya remaja yang sholat subuh berjama'ah di masjid kampung oma dulu. Apa yang mendorong oma selalu sholat subuh berjama'ah di masjid ?"
Oma : "Saat itu aku sering menerima kekecewaan. Aku bercerita pada guruku (wanita), beliau menyarankan bila aku ingin mendapatkan yang terbaik, maka aku harus melakukan hal-hal terbaik ditempat terbaik dengan cara terbaik."
Aku : "Saat opa melamar, apakah langsung oma terima ?"
Oma : "Tidak, aku bertanya dulu pada Allah hingga memiliki ketetapan hati."
Aku : "Selama menikah dengan opa, pernahkah oma jatuh cinta dengan pria lain ?"
Oma : "Mungkin bukan jatuh cinta, tapi yaa... aku pernah tertarik pada pria lain selain suamiku. Tapi itu hanya sesaat dan aku kembali lagi pada suamiku."
Aku : "Apa istimewanya opa dibanding pria-pria yang sempat menarik hati oma itu ?"
Oma : "Dia satu-satunya pria yang melamarku tanpa memacariku."

MASYA ALLAH....!!!

Kita tidak akan mendapatkan pasangan yang sempurna. Karena keimanan yang pasang surut, dan bisikan syetan yang tak pernah surut. Tapi inshaa Allah kita dapatkan pasangan terbaik, dengan ibadah terbaik, ikhtiar terbaik, ditempat terbaik.

Untuk jomblowan : putuskan saja pacarmu ! temui dia yang tidak bersedia untuk kau pacari, namun bersedia untuk kau nikahi.

Untukmu jomblowati : putuskan saja pacarmu ! Siapkan diri menjadi pribadi terbaik ! Karena yang sholeh bukan memacari tapi menikahi.

"Selamat opa oma untuk pernikahan emas (50 th). Semoga selalu bersama di dunia dan akherat."

Terima kasih atas wawancara eksklusif ini.

Wassalam....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer