Sabtu, 14 Juli 2018

MENGAPA SHOLAT HARUS MENGGUNAKAN BAHASA ARAB

Bertemu dengan teman lama di Kanada, terlibat dalam sebuah obrolan seru

"Ren, pernah nggak sih tanya sama guru ngaji lu, kenapa sholat harus pakai bahasa arab ? Kenapa nggak boleh pakai bahasa apa aja, kan Allah maha pintar ren, Allah bukan hanya paham bahasa arab, pastinya Allah juga paham bahasa kita dong !"

Sekilas logic juga sih apa yang dikatakan teman saya. Saya berpikir keras untuk memberi jawaban yang juga sama logic nya.

"Non, lu sering baca kan ada beberapa persyaratan untuk melamar pekerjaan, seperti harus bisa berbahasa inggris aktif, harus bisa berkomunikasi dalam bahasa mandarin, harus bisa bahasa jepang, dsb. Pernah tahu ?"

"Pernah, emang kenapa ?"

"Kenapa sih harus ada syarat itu ?"

"Biasanya sih itu perusahaan asing yang sering berhubungan dengan orang-orang asing, maka karyawannya harus bisa beberapa bahasa asing yang dipersyaratkan itu ?"

"Kan sudah ada bahasa Inggris yang dinobatkan sebagai bahasa Internasional, harusnya itu para klien pasti paham dong bahasa inggris, tapi kenapa masih ada persyaratan lain harus bisa bahasa asing lain selain bahasa inggris ?"

"Yaaa perusahaan itu skalanya internasional ren, harus bisa kasih service bagus ke klien mereka, salah satunya berkomunikasi dengan bahasa kliennya. Kan para klien itu ngasih keuntungan ke perusahaan."

"Hemmm... lu pernah tahu nggak ada toko baju dan souvenir di phuket, itu pemilik tokonya bisa fasih bahasa Indonesia, Inggris, Malaysia, China, Arab dan Jepang. Pas gue tanya apa motivasinya belajar semua bahasa itu ? Dia jawab, karena customer saya rata-rata dari negara-negara itu. Dari customer saya itu, saya bisa mendapatkan banyak keuntungan, maka saya harus bisa dekat dihati mereka dengan menggunakan bahasa dari negara mereka."

Sampai disini temanku terdiam, mencoba mencerna arah ceritaku. Aku melanjutkan :



"Lu juga perlu tahu untuk jadi pramugari first class Garuda bukan hanya harus fasih bahasa inggris, bahasa mandarin dan bahasa jepang, tapi saat mereka bicara, aksennya juga harus pas. Kenapa ? Ini first class non, penumpangnya bukan orang sembarangan. Pelayanannya juga harus beda, pramugarinya yang harus mengikuti bahasa mereka, bukan penumpangnya yang harus mengikuti bahasa pramugari ! TKI/TKW aja harus bisa bahasa asing sesuai dengan negara yang akan mereka tuju kok."

Temanku masih terdiam.

"Waktu lu mau kuliah di Kanada, apa mereka mau terima lu apa adanya yang hanya bisa bahasa Indonesia ?"

"Ya nggaklah !"

"Lho kenapa ? Padahal kan lu mau ngasih uang ke universitas mereka ?"

"Kan gue kuliahnya di Kanada. Kalo setiap siswa mau pakai bahasa asal negaranya masing-masing, bisa kacau, bisa salah arti !"

"Yess itulah ! Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam. Suka tidak suka, mau tidak mau, sudah qodarullah Allah menurunkan firmanNYA menggunakan bahasa Arab ! Maka untuk berkomunikasi dengan Allah harus menggunakan bahasa yang Allah turunkan sesuai bahasa asal firmanNYA. Bukan karena Allah tidak tahu bahasa lain selain bahasa Arab, tapi bila dengan klien asing dan penumpang pesawat first class saja mereka dikatagorikan bukan orang sembarangan, sehingga para karyawan dan pramugari itu tidak boleh memperlakukan mereka dengan sembarangan, lantas bagaimana dengan Allah ? Masa' sama yang punya dunia akhirat, kita merasa bisa suka-suka kita, padahal sama klien asing itu kita nggak boleh suka-suka kita. Universitas lu di Kanada aja boleh nuntut lu harus menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi disana, padahal mereka dapet bayaran dari lu. Masa' Allah nggak boleh nuntut lu sih untuk pakai bahasa yang IA gunakan saat menurunkan firmanNYA. Padahal lu dikasih kehidupan sama Allah, dikasih rizki sama Allah, dikasih segalanya sama Allah. Jadi Allah yang ikutin kita atau kita yang harus ikutin Allah ?"

Temanku tersenyum. "Yayaya, gue paham sekarang."



"Oh iya satu lagi non. Gue ada pengalaman, waktu mampir di sebuah rest area ada pedagangnya yang orang Banten. Saat itu gue jalan bareng suami dan kakak ipar gue. Saat ngobrol-ngobrol sama pedagangnya ternyata si pedagang orang Pandeglang. Suami dan kakak ipar langsung ngomong pakai bahasa Pandeglang dengan bahasa dan aksen yang pas khas Banten. Tahu nggak saat kami mau pulang, dia bawain kami jajanan banyak. Katanya berasa ketemu orang sekampung, berasa deket sama kampungnya. Dia juga minta kami mampir lagi kalo lewat situ. Kenapa dia bisa berlaku seperti itu ? Karena kami bukan hanya bicara bahasa Pandeglang, tapi juga disertai aksen yang pas dengan bahasa tersebut. Kalo cuma pakai bahasa Pandeglang tapi aksennya nggak pas, mana dia percaya kalo kami dari Banten ? Manusia aja bisa begitu. Kebayang nggak sih lu, kira-kira lu bakal dapet kemudahan apa aja nih dari Allah kalo lu mengaji, membacakan setiap do'a dalam sholat dengan bahasa arab dengan tartil yang pas ?"

Mata temanku berbinar.

"Masya Allah... thank you ren, kayaknya gue perlu menghubungi guru tahsin gue lagi nih !"

"Semangat ya non ! Gue juga masih terus belajar kok !"😉


A note from Canada
Sat, July 14, 2018

2 komentar:

  1. Semoga Allah memashihkan lidah kita dalam membaca Al Quran dan Sholat. Aamiin.

    BalasHapus

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer