Jumat, 20 Juli 2018

Berat Badanku Lebih Dari 55 kg Apakah Aku Tidak Sholeha ?

Ramai di sosmed membicarakan bahwa wanita sholeha berat badannya tidak lebih dari 55 kg. Ketawa ajaa sih...
Acuan yang digunakan adalah berat badan Aisyah, ra (salah satu isteri Rasulullah). Berarti isteri Rasulullah bukan hanya Aisyah kan ya ?

Ada suatu riwayat kisah saat Rasulullah menikahi Saudah binti Zam'ah.
Sudah gilakah Muhammad, tuduh sebagian orang Makkah ketika Rasulullah saw menikahi Saudah binti Zam’ah. Pernikahan itu membuat gempar masyarakat Makkah. Bayangkan, meski seorang janda, Saudah bukanlah janda kembang yang menarik. Sebagai janda tua, sama sekali ia tidak menyisakan kecantikan di masa mudanya. Punya anak lagi.

Badannya gemuk, hingga tampak berat jika berjalan. Walau begitu, dia berjiwa periang. Bahkan sering ucapannya menimbulkan gelak tawa orang yang mendengarnya. Tanpa ragu-ragu, Saudah meyakini bahwa apa yang diterima dari Rasulullah suaminya adalah belas kasihan, bukan kemesraan sebagaimana yang diperoleh istri kepada suaminya itu. “Aku telah puas, Rasulullah mengangkat diriku sebagai istri dengan kedudukan semulia ini,” kata Saudah jujur.

Oleh sebab itu, ia menerima apa adanya tentang dirinya sebagai istri Rasulullah. Bahkan giliran untuk dirinya sebagai istri, dengan ikhlas diserahkan untuk ‘Aisyah madunya. Ia sudah merasa puas bisa tinggal di tengah keluarga Nabi, mengurus rumah tangganya, melayani serta membantu putra-putrinya. Ummi mu’miniin ini berusia panjang, dan baru wafat di zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Adakah yang berani meragukan keshalihan Saudah ? ๐Ÿ˜Š

Allah SWT berfirman : "Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa: 34)



Dan beberapa hadist tentang isteri sholeha :

(1) "Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191)

(2) "Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

(3) "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.)
Dipandang menyenangkan ini soal selera. Maka ada yang mengatakan cantik / tampan itu relatif. Ada lho laki-laki yang suka sama perempuan gemuk, katanya lebih empuk hahaha... terlepas dari benar atau salah, soal fisik itu soal selera. Nggak bisa dong memaksakan orang lain seleranya harus sama dengan kita.


Dari ayat Al-Quran dan hadist diatas, sama sekali tidak ada yang tersirat bicara soal berat badan. Mohon maaf tulisan ini bukan untuk mengkritisi dakwah seorang ustadz yang mengatakan wanita sholeha berat badannya tidak lebih dari 55 kg. Tulisan ini adalah murni pendapat saya berdasarkan kisah isteri rasulullah, firman Allah dalam Al-Quran dan hadist shohih.

Saya sih husnudzon saja dengan dakwah tersebut, semoga dakwah tersebut bisa bermanfaat membuat banyak wanita mulai berolah raga. Tapi sebagai seorang wanita, saya sangat paham dengan apa yang dirasakan kaum saya. Tanpa di dakwahi seperti itu, sudah banyak wanita dengan segala macam cara ingin bertubuh kurus. Bahkan ada yang menjalani diet ketat hingga sakit masuk ICU.

Saya jadi ingat dulu saat masih jadi pramugari, saya justru pernah dikomplain oleh chief saya dan terancam grounded (tidak boleh terbang) karena terlalu kurus. Tinggi badan saya 161 cm, berat badan saya 45 kg. Harusnya ini katagori sholeha banget yaaa ๐Ÿ˜„ tapi dalam dunia pramugari ada yang disebut dengan berat badan proporsional :

Wanita : Tinggi badan - 110 = BB ideal
Pria : Tinggi badan - 105 = BB ideal.

Kalo yang tinggi badannya seperti saya (161 cm) memang idealnya berat badannya 51 - 55 kg. Lha kalo yang tinggi badannya 170 cm trus berat badan maksimal harus 55 kg, artinya cungkring banget dooonnggg.... eh tapi kan ini dunia pramugari yaa... bukan dunianya wanita sholeha hehehe. Just Kidding

Apa mungkin memang sudah masanya, kita hidup pada jaman dimana timbangan berat badan lebih merisaukan dibandingkan timbangan amal. Astaghfirullah.....


Allahualam bishowab

Sabtu, 14 Juli 2018

MENGAPA SHOLAT HARUS MENGGUNAKAN BAHASA ARAB

Bertemu dengan teman lama di Kanada, terlibat dalam sebuah obrolan seru

"Ren, pernah nggak sih tanya sama guru ngaji lu, kenapa sholat harus pakai bahasa arab ? Kenapa nggak boleh pakai bahasa apa aja, kan Allah maha pintar ren, Allah bukan hanya paham bahasa arab, pastinya Allah juga paham bahasa kita dong !"

Sekilas logic juga sih apa yang dikatakan teman saya. Saya berpikir keras untuk memberi jawaban yang juga sama logic nya.

"Non, lu sering baca kan ada beberapa persyaratan untuk melamar pekerjaan, seperti harus bisa berbahasa inggris aktif, harus bisa berkomunikasi dalam bahasa mandarin, harus bisa bahasa jepang, dsb. Pernah tahu ?"

"Pernah, emang kenapa ?"

"Kenapa sih harus ada syarat itu ?"

"Biasanya sih itu perusahaan asing yang sering berhubungan dengan orang-orang asing, maka karyawannya harus bisa beberapa bahasa asing yang dipersyaratkan itu ?"

"Kan sudah ada bahasa Inggris yang dinobatkan sebagai bahasa Internasional, harusnya itu para klien pasti paham dong bahasa inggris, tapi kenapa masih ada persyaratan lain harus bisa bahasa asing lain selain bahasa inggris ?"

"Yaaa perusahaan itu skalanya internasional ren, harus bisa kasih service bagus ke klien mereka, salah satunya berkomunikasi dengan bahasa kliennya. Kan para klien itu ngasih keuntungan ke perusahaan."

"Hemmm... lu pernah tahu nggak ada toko baju dan souvenir di phuket, itu pemilik tokonya bisa fasih bahasa Indonesia, Inggris, Malaysia, China, Arab dan Jepang. Pas gue tanya apa motivasinya belajar semua bahasa itu ? Dia jawab, karena customer saya rata-rata dari negara-negara itu. Dari customer saya itu, saya bisa mendapatkan banyak keuntungan, maka saya harus bisa dekat dihati mereka dengan menggunakan bahasa dari negara mereka."

Sampai disini temanku terdiam, mencoba mencerna arah ceritaku. Aku melanjutkan :


"Lu juga perlu tahu untuk jadi pramugari first class Garuda bukan hanya harus fasih bahasa inggris, bahasa mandarin dan bahasa jepang, tapi saat mereka bicara, aksennya juga harus pas. Kenapa ? Ini first class non, penumpangnya bukan orang sembarangan. Pelayanannya juga harus beda, pramugarinya yang harus mengikuti bahasa mereka, bukan penumpangnya yang harus mengikuti bahasa pramugari ! TKI/TKW aja harus bisa bahasa asing sesuai dengan negara yang akan mereka tuju kok."

Temanku masih terdiam.

"Waktu lu mau kuliah di Kanada, apa mereka mau terima lu apa adanya yang hanya bisa bahasa Indonesia ?"

"Ya nggaklah !"

"Lho kenapa ? Padahal kan lu mau ngasih uang ke universitas mereka ?"

"Kan gue kuliahnya di Kanada. Kalo setiap siswa mau pakai bahasa asal negaranya masing-masing, bisa kacau, bisa salah arti !"

"Yess itulah ! Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam. Suka tidak suka, mau tidak mau, sudah qodarullah Allah menurunkan firmanNYA menggunakan bahasa Arab ! Maka untuk berkomunikasi dengan Allah harus menggunakan bahasa yang Allah turunkan sesuai bahasa asal firmanNYA. Bukan karena Allah tidak tahu bahasa lain selain bahasa Arab, tapi bila dengan klien asing dan penumpang pesawat first class saja mereka dikatagorikan bukan orang sembarangan, sehingga para karyawan dan pramugari itu tidak boleh memperlakukan mereka dengan sembarangan, lantas bagaimana dengan Allah ? Masa' sama yang punya dunia akhirat, kita merasa bisa suka-suka kita, padahal sama klien asing itu kita nggak boleh suka-suka kita. Universitas lu di Kanada aja boleh nuntut lu harus menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi disana, padahal mereka dapet bayaran dari lu. Masa' Allah nggak boleh nuntut lu sih untuk pakai bahasa yang IA gunakan saat menurunkan firmanNYA. Padahal lu dikasih kehidupan sama Allah, dikasih rizki sama Allah, dikasih segalanya sama Allah. Jadi Allah yang ikutin kita atau kita yang harus ikutin Allah ?"

Temanku tersenyum. "Yayaya, gue paham sekarang."


"Oh iya satu lagi non. Gue ada pengalaman, waktu mampir di sebuah rest area ada pedagangnya yang orang Banten. Saat itu gue jalan bareng suami dan kakak ipar gue. Saat ngobrol-ngobrol sama pedagangnya ternyata si pedagang orang Pandeglang. Suami dan kakak ipar langsung ngomong pakai bahasa Pandeglang dengan bahasa dan aksen yang pas khas Banten. Tahu nggak saat kami mau pulang, dia bawain kami jajanan banyak. Katanya berasa ketemu orang sekampung, berasa deket sama kampungnya. Dia juga minta kami mampir lagi kalo lewat situ. Kenapa dia bisa berlaku seperti itu ? Karena kami bukan hanya bicara bahasa Pandeglang, tapi juga disertai aksen yang pas dengan bahasa tersebut. Kalo cuma pakai bahasa Pandeglang tapi aksennya nggak pas, mana dia percaya kalo kami dari Banten ? Manusia aja bisa begitu. Kebayang nggak sih lu, kira-kira lu bakal dapet kemudahan apa aja nih dari Allah kalo lu mengaji, membacakan setiap do'a dalam sholat dengan bahasa arab dengan tartil yang pas ?"

Mata temanku berbinar.

"Masya Allah... thank you ren, kayaknya gue perlu menghubungi guru tahsin gue lagi nih !"

"Semangat ya non ! Gue juga masih terus belajar kok !"๐Ÿ˜‰


A note from Canada
Sat, July 14, 2018

ISLAM IS ONE

Dulu saya sering membaca sebutan : Islam liberal, Islam radikal, Islam modern, Islam moderat, Islam garis keras, dsb. Sekarang ada lagi : Islam nusantara bahkan ada lagi komik sex Islamiyah. Apa-apaan ini ?

Wahai akhi & ukhti, pahami arti sebelum memberi sebutan. Tidak perlu terpengaruh oleh klasifikasi yang mereka ciptakan.

Islam bukan agama yang diciptakan oleh manusia, karena :

Allah SWT berfirman:

ุงِู†َّ ุงู„ุฏِّูŠْู†َ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ุงู„ْุงِุณْู„َุงู…ُ ۗ  ูˆَู…َุง ุงุฎْุชَู„َูَ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงُูˆْุชُูˆุง ุงู„ْูƒِุชٰุจَ ุงِู„َّุง ู…ِู†ْۢ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ุฌَุงุٓกَู‡ُู…ُ ุงู„ْุนِู„ْู…ُ ุจَุบْูŠًุง ۢ ุจَูŠْู†َู‡ُู…ْ ۗ  ูˆَู…َู†ْ ูŠَّูƒْูُุฑْ ุจِุงٰูŠٰุชِ ุงู„ู„ّٰู‡ِ ูَุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุณَุฑِูŠْุนُ ุงู„ْุญِุณَุงุจِ
innad-diina 'indallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa`ahumul-'ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi`aayaatillaahi fa innalloha sarii'ul-hisaab

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)


Islam (Arab: al-islฤm, ุงู„ุฅุณู„ุงู…, "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT.

Dalam Al-Quran, Islam disebut juga Agama Allah atau Dienullah (Arab: ุฏِูŠู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ).

Pengertian Islam secara  harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama).

Pengertian Islam menurut bahasa, kata Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini. ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู…ุตุฏุฑ ู…ู† ุฃุณู„ู… ูŠุณู„ู… ุฅุณู„ุงู…ุง 

Ditinjau dari segi bahasanya secara etimologis Islam memiliki beberapa pengertian sebagai berikut :

1. Islam berasal dari kata ‘salm’ (ุงู„ุณَّู„ْู…) yang berarti damai atau kedamaian.
2. Islam Berasal dari kata ‘aslama’ (ุฃَุณْู„َู…َ) yang berarti berserah diri atau pasrah.
3. Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah SWT.
4. Berasal dari kata ‘saliim’ (ุณَู„ِูŠْู…ٌ) yang berarti bersih dan suci.
5. Islam Berasal dari ‘salam’ (ุณَู„ุงَู…ٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.


Dari pengertian Islam secara bahasa ini, dapat disimpulkan Islam  adalah agama yang membawa keselamatan hidup di dunia dan di akhirat (alam kehidupan setelah kematian).

Islam memiliki undang-undang yang suci Al-Quran namanya. Dimana setiap muslim harus tunduk & patuh pada Al-Quran. Tidak ada yang boleh mengubah Al-Quran walau hanya 1 huruf pun, karena Al-Quran adalah firman Allah SWT. Bahkan Rasulullah sendiri pun tidak mencampur sabdanya dengan sabda Allah. Itulah sebabnya setiap sabda atau riwayat Rasulullah dengan para sahabat dikumpulkan dalan Hadist. Bukan dalam Al-Quran.

Lihat.... betapa terstrukturnya Islam !!! Betapa jelas aturannya !!

Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah liberal. Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah radikal. Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah garis keras...!!! 

Islam itu agama dienullah (agama yang langsung diturunkan dari Allah), maka Islam tidak boleh dipahami sebagai budaya sehingga merasa sah-sah saja saat disandingkan dengan istilah nusantara, maka diciptakanlah Islam nusantara !

Apalagi sekarang beredar komik elektronik yang disebut komik sex Islamiyah, yang katanya membahas bagaimana cara-cara nabi berhubungan intim dengan isteri-isterinya. Bagaimana seorang suami harus mempergauli isteri-isterinya ada pada ilmu fiqih dalam Islam.


Bahasa Al-Quran dan hadist itu adalah bahasa sastra tingkat tinggi yang sarat dengan kesantunan yang luar biasa. Maka untuk memahami Al-Quran tidak cukup hanya membaca terjemahannya saja, maka muncullah ahli tafsir untuk menggali ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan hadist. Sebab antara terjemahan dan tafsir ini berbeda.

Mengapa Allah tidak pernah dituangkan dalam sebuah gambar ? Mengapa Rasulullah pun juga tidak pernah dituangkan dalam sebuah gambar ? Begitu jujurnya Islam, sebab Allah tidak pernah nampak, namun dapat dirasakan melalui sifat-sifatnya, maka tidak pernah dituangkan dalam gambar. Begitu mulianya Rasulullah, tidak perlu digambarkan dalam sebuah wujud, sebab wajah dan tubuh manusia dalam Islam erat kaitannya dengan aurat, maka yang terbaik adalah untuk tidak ditampakkan.

Bila sudah bisa disebut komik, artinya adalah cerita bergambar, dimana gambar lebih mendominasi daripada kata-katanya. Bila isinya tentang cara-cara Rasulullah mempergauli isteri-isterinya, bisa dibayangkan seperti apa gambar-gambar yang tertuang dalam komik itu.

Bagi saya pribadi ini pelecehan bagi Rasulullah (nabi terakhir bagi umat Islam). Komik ini lebih pantas disebut komik sex tanpa ada embel-embel Islamiyah. Islamiyah adalah sifat Islam. Pornografi dan porniaksi bukanlah sifat Islam.

Oh ya hampir lupa saya juga tidak akan ikut-ikutan menyebut Islam nusantara, mungkin lebih tepat sebutannya adalah agama nusantara, perkara ada beberapa orang Islam yang meyakini agama nusantara, ini soal lain, sebab Islam berbeda dengan orang Islam.

Ini pendapat saya pribadi yaa... anda boleh saja untuk tidak sependapat, apalagi mungkin anda penganut agama nusantara, monggo bebas saja, sebebas orang gila yang jalan-jalan nggak pakai baju. Tapi tidak perlu ngisruh, ini lapak saya, akun saya, bukan lapak anda !

ISLAM IS ONE. NOTHING ELSE.

Wassalam

Rabu, 04 Juli 2018

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN OMA DAN OPA


Wawancara dengan OPA :

Aku : "Opa, berapa lama dulu opa pacaran sama oma ?"
Opa : "Kami tidak pacaran"
Aku : "Dijodohkan ?"
Opa : "Tidak juga."
Aku : "Lho trus ?"
Opa : "Saat aku bercerita pada ibuku, sedang tertarik dg wanita, ibuku langsung melamarnya.

Aku : "Opa langsung setuju ?"
Opa : "Setujulah, karena aku serius dengannya. Dan ibuku sudah menjaga harga diriku, karena aku tidak perlu berpacu dengan debaran hatiku hanya untuk mengatakan "aku cinta kamu, maukah kamu menjadi pacarku ?" Tapi ibuku yang langsung melamarnya untukku."
Aku : "Apakah opa tidak pernah pacaran sebelumnya ?"
Opa : "Pernah."
Aku : "Lantas kenapa tidak melamar pacar-pacar opa ?"
Opa : "Mereka adalah wanita-wanita berani. Bila denganku saja mereka berani, akankah mereka menghormati ibuku ?"



Aku : "Apa yang menarik dari oma ?"
Opa : "Dia tidak menarik, tapi dia berbeda. Dia satu2nya wanita yg saat itu kuperkirakan hanya terpaut beberapa tahun dibawahku dan selalu kulihat sholat subuh berjama'ah di masjid kampung kami dulu. Padahal kampung kami begitu luas dan hanya ada 1 masjid."
Aku : "Lantas, opa cari tahu dimana rumah oma ?"
Opa : "Tidak perlu, cukup kuajak ibuku untuk sholat subuh dan beliau yg langsung bertanya dimana rumah orang tuanya."
Aku : "Selama menikah, pernahkah opa jatuh cinta dengan wanita lain selain oma ?"
Opa : "Aku tidak tahu, itu jatuh cinta atau apa, tapi aku pernah tertarik pada wanita lain selain isteriku. Namun itu hanya sesaat, tidak berlangsung lama, aku kembali lagi pada isteriku."
Aku : "Apa istimewanya seorang oma, hingga opa akhirnya memilih kembali lagi pada oma ?"
Opa : "Karena dia satu-satunya wanita yang aku nikahi tanpa aku pacari."

Kita beralih pada Oma :

Aku : "Sebelum menikah dengan opa, apakah oma pernah pacaran ?"
Oma : "Pernah, beberapa kali."
Aku : "Mengapa tidak menikah dengan salah satu dari mereka ?"
Oma : "Mereka belum ada yang siap menikah. Begitulah alasannya."
Aku : "Opa bercerita, oma satu-satunya remaja yang sholat subuh berjama'ah di masjid kampung oma dulu. Apa yang mendorong oma selalu sholat subuh berjama'ah di masjid ?"
Oma : "Saat itu aku sering menerima kekecewaan. Aku bercerita pada guruku (wanita), beliau menyarankan bila aku ingin mendapatkan yang terbaik, maka aku harus melakukan hal-hal terbaik ditempat terbaik dengan cara terbaik."
Aku : "Saat opa melamar, apakah langsung oma terima ?"
Oma : "Tidak, aku bertanya dulu pada Allah hingga memiliki ketetapan hati."
Aku : "Selama menikah dengan opa, pernahkah oma jatuh cinta dengan pria lain ?"
Oma : "Mungkin bukan jatuh cinta, tapi yaa... aku pernah tertarik pada pria lain selain suamiku. Tapi itu hanya sesaat dan aku kembali lagi pada suamiku."
Aku : "Apa istimewanya opa dibanding pria-pria yang sempat menarik hati oma itu ?"
Oma : "Dia satu-satunya pria yang melamarku tanpa memacariku."

MASYA ALLAH....!!!

Kita tidak akan mendapatkan pasangan yang sempurna. Karena keimanan yang pasang surut, dan bisikan syetan yang tak pernah surut. Tapi inshaa Allah kita dapatkan pasangan terbaik, dengan ibadah terbaik, ikhtiar terbaik, ditempat terbaik.

Untuk jomblowan : putuskan saja pacarmu ! temui dia yang tidak bersedia untuk kau pacari, namun bersedia untuk kau nikahi.

Untukmu jomblowati : putuskan saja pacarmu ! Siapkan diri menjadi pribadi terbaik ! Karena yang sholeh bukan memacari tapi menikahi.

"Selamat opa oma untuk pernikahan emas (50 th). Semoga selalu bersama di dunia dan akherat."

Terima kasih atas wawancara eksklusif ini.

Wassalam....

TEGURAN ATAU UJIAN

Manusia seringkali GeeR setiap tertimpa masalah selalu bilang *"ini ujian dari Allah, saya harus terima, karena sudah takdir !"*Benarkah ? Pernyataan diatas kerap kali membuat kita lengah, sehingga selalu gagal instrospeksi  diri.

Bagaimana tidak gagal introspeksi diri karena tidak pernah bisa melakukannya. Manusia tidak akan pernah tahu kesalahannya karena ia tidak pernah tahu kebenaran yang sebenarnya.
Satu-satunya cara untuk tahu kebenaran yang sebenarnya adalah dengan terus pelajari hukum Allah !

*HIJRAH - ISTIQOMAH - KAFAH*
*"Paksakan diri _Sami'na wa ato'na_*


● Bagaimana mau bisa introspeksi diri kalo sudah PeDe dan merasa cukup hanya dg sholat 5 waktu


● Bagaimana mau instrospeksi diri, saat ada dalil yang mengingatkan tentang tata cara dan aturan ibadah yang benar sudah meradang dengan mengatakan

*"Tidak semuanya harus pakai dalil !"*
*"Jangan suka mem- _bid'ah_ kan orang !"*


● Saat ada seruan larangan riba, dengan sok pinternya berdalih :

*"Kalo ga KPR, gimana mau dapet rumah !?"*
*"Kalo ga kredit leasing, gimana mau punya kendaraan !?"*
*"Kalo ga boleh ini itu, gimana bisa punya sesuatu ?!"*
*"Beragama itu nggak usah ribet !"*

Sebenarnya beragama itu memang nggak pake ribet, yang ribet itu banyaknya keinginan manusia.
Parahnya manusia tidak pernah sadar bahwa _syahwat dunia_ itu lebih bikin capek, lebih bikin ribet daripada aturan agama.


● Diminta bersedekah, akan keluar alasan ini :

*"Bersedekah itu tidak perlu dipaksa, kalau nggak ikhlas sedekahnya jadi percuma !"*
Padahal perintahNYA sudah jelas
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” *(QS. Al Munafiqqun:10)*

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” *(QS. Al Baqarah:195)*

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. *(QS. Al Baqarah:215)*

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan serta melapangkan (rejeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” *(QS. Al Baqarah:245)*

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” *(QS. Al Baqarah:261)*

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” *(QS. Al Baqarah:267)*

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” *(QS. Al Baqarah:271)*

*(Simak juga QS. Al Baqarah: 272, 273,274. QS. Ali Imran: 133-134, QS. An Nisa:114. QS. Al Lail:5-8)*


● Sebuah gengsi dan ambisi yang dianggap benar :

*"Saya butuh biaya untuk sekolah anak saya, karena disana kualitasnya bagus. Memang mahal, tapi bila berprestasi akan di kirim ke luar negeri, maka saya tetap berusaha, walau harus berhutang supaya anak saya bisa pintar dan paham agama, tidak bodoh seperti orang tuanya."*
Berkualitas dimata manusia, apakah berkualitas juga dimata Allah ?
Ingin menjadikan anak pintar dan paham agama, haruskah berhutang ?

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ูŠُุบْูَุฑُ ู„ِู„ุดَّู‡ِูŠุฏِ ูƒُู„ُّ ุฐَู†ْุจٍ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ุฏَّูŠْู†َ

"Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutanh" (HR. Muslim)

Dari Abu Qatadah radhiallahuanhu bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam pernah berdiri di tengah-tengah para shahabat, lalu beliau mengingatkan mereka bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada-Nya adalah amalan yang paling afdhal. Kemudian berdirilah seorang shababat, lalu bertanya. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku gugur di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus dariku?” Maka jawab Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam kepadanya, “Ya, jika engkau gugur di jalan Allah dalam keadaan sabar dalam mengharapkan pahala, maju pantang melarikan diri.” Kemudian Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Kecuali hutang, karena sesungguhnya Jibril menyampaikan hal itu kepadaku.”

*Mati Syahid Tidak Menghapus Hak Bani Adam, Tapi Menghapus Hak Allah*


Mengomentari hadits diatas, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata, “Orang mati syahid itu diampuni seluruh dosanya kecuali hutang. Dapat diambil pelajaran bahwa mati syahid itu tidak dapat menghapus hak orang. Sedangkan adanya hak orang pada dirinya, tidak menghalanginya mendapatkan derajat syahadah/syahid. Tidak ada makna syahadah melainkan bahwa Allah memberikan kepada orang yang mendapatkan syahadah dengan pahala khusus. Dimuliakan dengan kemuliaan yang berlebih. Sungguh dalam hadits telah diterangkan bahwa Allah mengampuni (semua dosa) kecuali ada sangkutan (hak manusia). Jika orang yang mati syahid itu mempunyai amalan-amalan saleh, dan syahadah dapat menghapuskan kejelekan selain dari sangkutan (hak). Maka amalan-amalan saleh akan bermanfaat dalam timbangan (untuk menghapus) sangkutan (hak). Sehingga derajat syahadah akan tetap (diperoleh) sempurna. Jika tidak mempunyai amalan saleh, maka itu tergantung (keputusan Allah). Wallahu’alam.” Fathul Bari, 10/193.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.


● Dan masih ada banyak yang belum bisa tersebutkan diatas. Bahkan ada ritual puasa weton (hari lahir sesuai kalender jawa, katanya agar watak anak bisa dilembutkan). Ini namanya apa ? Apakah ibadah ini dibenarkan dalam Islam ?


Bila masih merasa benar, maka sampai kapanpun tidak akan pernah bisa introspeksi diri. Saat ada masalah akan bilang : *"Ini ujian !"*

Subhanallah...!!! Apakah keshalihan anda sudah setara nabi Yusuf dan nabi Ayub ? sehingga saat masalah datang selalu merasa itu adalah ujian ? Bukan teguran ? Lupakah bahwa ada klasifikasi halal, haram, wajib, sunnah, makruh, sebab Allah ciptakan kehidupan ini lengkap dengan hubungan sebab akibat ?

Nah untuk bisa tahu mana yang petunjuk dan mana yang ujian hanya melalui :

*"INTROSPEKSI DIRI DENGAN BENAR"*

Untuk bisa introspeksi diri dengan benar, *Pelajari Islam secara kafah* tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa gimana.

*"Saat hidupmu penuh masalah sejatinya hubunganmu dengan Allah sedang bermasalah"*

Allahualam bishowab

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer