Minggu, 11 Maret 2018

YANG PENTING BISA JAGA DIRI

"Saya tidak pernah melarang anak saya pacaran mbak. Ini kan jaman demokrasi, jaman reformasi. Anak-anak udah bukan jamannya dididik seperti jaman Siti Nurbaya dulu. Biarlah mereka saling mengenal yang penting bisa jaga diri."
"Saya tidak akan maksa anak saya untuk pakai hijab, yang penting bisa jaga diri"
Speechless, tidak bisa bicara apa-apa sama emak-emak di era demokrasi cinta.
Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Tapi madrasah pertama ini tidak paham aturan dengan benar.
Sementara ber-lalulintas saja ada aturannya, untuk menjaga diri, lantas bagaimana cara menjaga diri dengan melanggar aturan ?
"tidak apa-apa naik motor tidak pake helm, yang penting hati-hati bisa jaga diri. Padahal helm itu untuk menjaga diri"
"Tidak apa-apa mengendarai mobil tidak pakai sabuk pengaman, yang penting hati-hati bisa jaga diri. Padahal sabuk pengaman itu untuk jaga diri."
"Tidak apa-apa terabas lampu merah, yang penting hati-hati bisa jaga diri.
Kalau begitu, cobalah berkendara dengan kendaraan yang tidak ada remnya. Bukankah yang penting hati-hati dan jaga diri ?
Maka saat berpacaran sudah dianggap lumrah. Membuka aurat bukan lagi masalah. Hati-hati saat itu rem kendaraan hidupmu sedang bermasalah.
Akad nikah dianggap transaksi jual beli buah. Dicicip dulu baru dibayar. Iya kalo dibayar, kalo ditinggal ? Trus malah beli buah yang lain ?
Dimana ? Dimana aja suka-suka hidup lo....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer