Jumat, 16 Maret 2018

MUNGKINKAH KARENA DIRI INI TAK TAHU DIRI ?

Saat ke tempat teman yang biasa jual mukena.
"Kok tumben dikit banget koleksi mukenanya mbak ?"
"Iyaa... kalau hari biasa gini mah mukena kurang laku. Mukena lakunya kalau mau dekat lebaran. Kalau yang selalu laku sih jilbab-jilbab intant kayak gini..." sambil menunjuk deretan hijab yang fashionable...
Hemmmm.....

Manusia memang selalu mengukur bagaimana dirinya. Maka tidak heran kalau maling akan lebih waspada dari yang bukan maling. Pembohong akan selalu merasa dibohongi walau sebenarnya yang ia dapat adalah kebenaran. Dan tidak tanggung-tanggung manusiapun akhirnya memperlakukan Allah sebagaimana dirinya.
Hanya karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk melihat Allah, maka dipikirnya Allah sama seperti dirinya.

"Ngapain sih buat dirumah aja pake mukena yang bagus, sayaanngg.... mukena yang bagus itu buat nanti sholat ied di lapangan, kan malu dilihat orang kalau mukenanya jelek. Mukena yang jelek buat sholat dirumah aja, nggak ada yangg lihat ini..."
Masya Allah.... 😓

Wanita karier saja selalu memilih pakaian yang menurutnya bagus-bagus, modis-modis, dan keren-keren. Padahal hanya mau bertemu bosnya, mau bertemu rekan sejawatnya yang sesama manusia. Bosnya itu paling adalah seorang owner yang hanya menguasai beberapa perusahaan. Tidak menguasai seluruh dunia. Tapi diperkenankan melihat penampilan terbaiknya...Subhanallah....!!!

Lantas Allah sang penguasa dunia akherat, bahkan sang pencipta yang membuat dirinya menjadi ada, dimana ia bernafas dengan oksigen dari Allah, hidup diatas bumi Allah dan makan dengan rizki dari Allah, dianggap tidak masalah berjumpa dengan yang maha agung dengan pakaian yang lusuh ? Innalillahi....

Jujur saja cukup jawab pada diri sendiri, berapa persen dari kita yang memakai pakaian terbaiknya saat sholat ? tidak perduli saat sholat dirumah ataupun di masjid.
Bahkan untuk diperjalananpun berapa persen dari kita yang membawa pakaian sholat terbaiknya ? Paling mikirnya seperti ini "ah daripada berat-beratin, ntar di perjalanan di masjid-masjid biasanya ada mukenanya kok".

Allah diperlakukan sekenanya. Seperti ini perilaku kita dengan DIA yang tidak ada tandingannya ?

Sholat ditunda. Untuk membenarkannya pikiran kita berdalih : "ah Allah kan maha tahu, maha penyayang, maha pemaaf, Allah tahu saya sedang sibuk. Bukankah sibuk bekerja juga ibadah ?" Tanpa sadar padahal ibadah yang paling utama adalah menyembah-NYA. Mentang-mentang maha pemaaf jadi tidak masalah kalau tidak ontime. Masya Allah ! Sudahlah begini perilaku kita pada Allah masih berani banyak minta. Minta rejeki berlimpah, barokah terhindar dari musibah dan berharap masuk surga. Ini sama seperti pegawai yang datang ke kantor suka-suka dia, kerja suka-suka dia, berpakaian suka-suka dia, tapi minta naik gaji terus. Memang tidak tahu diri.

Saya sedang membayangkan, kira-kira Allah di atas Arsy-NYA bersedih atau tertawa ya melihat kelakukan hamba-NYA ? Manusia tidak pernah sadar seringkali jatuh pada perkara yang sepele.

Bagi yang saat ini sedang disepelekan, banyak hutang, terlibat riba, bisnis mentok, jangan-jangan karena sering menyepelekan Allah.
Bagi yang sering terlambat dapat info bagus, bukan karena belum rejeki, ingat-ingat lagi, jangan-jangan suka menunda waktu sholat.
Tulisan ini bukan untuk siapa-siapa, untuk pengingat diri, agar lebih tahu diri di hadapan Ilahi.


#SelfReminder

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer