Jumat, 16 Maret 2018

MUNDURLAH, SEBAGAI BUKTI BIRRUL WALIDAINMU..

Curhatan seorang ukhti melalui inbox messenger saya :
(Mohon untuk tidak kepoin fbnya, wa nya, identitas lainnya, karena ini adalah amanah privacy yang harus saya jaga)
Bagus dibaca bagi yang masih jomblo. Jomblolah sampai halal 😉

Saat ini usiaku genap 21. 
Aktivitas ku lebih banyak ku habiskan di rumah, setelah awal tahun lalu aku memutuskan resign dari tempatku bekerja.
dan sedang merintis usaha sendiri dirumah.

Sebulan yang lalu, aku mendapat kabar dari seorang teman kajianku(aku memanggil nya ummi).
Ya, ummi menyampaikan bahwa ada seorang Ikhwan yang ingin ta'aruf denganku.Seorang Ikhwan yang masih 1 provinsi denganku, yang tidak pernah ku kenal sebelumnya.
Dikirimkan CV Ikhwan itu kepadaku. Kulihat, sekilas. Sempat ragu karena usianya masih sangat muda, sepantaran denganku , ya 21tahun hanya selisih beberapa bulan. Jujur aku lebih menginginkan usia di atasku yang lebih dewasa.
Tapi apakah usia adalah tolok ukur kedewasaan ? Tidak! Rasanya tidak adil jika aku meragu hanya karena usia, ku lihat visi misi nya sangat mirip dengan apa yang ada di kepalaku, ku dengar dari wasilahku dia pemuda yang insyaAllah baik akhlaknya, hafalannya juga lumayan.

Bismillah..aku memantapkan diriku, dengan beristikharah memohon petunjuk.
Setelah saling bertanya banyak hal, lewat Wasilah kami. Ikhwan tersebut mantap, ingin nadzor keesokan harinya.

Entah apa yang ada di kepalanya hingga ia mengambil langkah secepat itu.. dan ya,dia pun sampai di tempat yang sudah kami sepakati, menemuiku di sebuah masjid usai kajian berlangsung. Tentunya dengan di temani seorang wasilah,tidak mudah memang
"tadi nyasar sampai jauh um" ku dengar suara itu dengan di akhiri tawa kecilnya, dan memang dialah ikhwan yang akan nadzor dengan ku..
Entah apa rasanya kala itu, dag-dig-dug tak beraturan.. bahkan untuk mengangkat kepala pun aku tidak sanggup, sesekali melirik dan hanya terlihat dagu yang mulai bertumbuh jenggot ..
Setelah ada beberapa yang ditanya, akhirnya ikhwan tersebut mengatakan akan bertemu dengan orangtuaku esok hari untuk silaturahmi.
Ahad 25 Februari 2018,benar ikhwan itu datang kerumah ,setelah sebelumnya dia minta wasilahku agar share lokasi melalui wa , meskipun demikian dia tetap nyasar-nyasar lagi untuk kedua kalinya.

Setelah pertemuan itu, dia pulang dengan sebuah keputusan dia akan melangkah untuk khitbah. Namun untuk waktunya akan musyawarah dengan orangtuanya dahulu.
Malamnya, dia mengirim pesan wa kepada wasilah kami, yang intinya dia ingin nadzor sekali lagi. Kaget, ini sudah pertemuan yang akan jadi pertemuan ke 3. Kurasa aneh,aku menolak.tapi wasilahku menenangkanku,dan akhirnya kami memutuskan untuk bertemu lagi tapi ini adalah yang terakhir pintaku.
Senin sore kala itu.. tentunya dia tidak nyasar-nyasar lagi, karena memang kami bertemu di sebuah masjid dekat rumah dengan di temani wasilah kami.
Dia mulai pembicaraan,tenyata alasan utamanya ingin bertemu bukan karena ingin nadzor namun ada yang ingin dia sampaikan.Sekilas ingat intinya begini,
" Setelah menyampaikan pada ayah ibunya ,mereka kaget karena bagi mereka ini terlalu cepat, penolakan juga sangat dia rasakan dari ibunya."
'ibu mulai berubah pikiran' setelah sebelumnya menyetujui kini ibu seolah-olah tidak ridho jika dia menikah mengingat usia masih 21 tahun, dan ibu tidak suka dengan wanita berjilbab besar, apa lagi dengan pakaian yang gelap"
Aku dan wasilahku masih saja diam..
Diapun mulai diam..
Dalam hatiku, aku meyakinkan diriku sendiri. Qodarullah, ikhlaskan.. apalah artinya jika semua tanpa ridho orang tua, apa lagi ridho ibu.

Lama sekali kami diam sampai-sampai dia berucap lirih..
"Tapi um saya ingin lanjut dengan....(dia menyebutkan namaku)"
Tidak ! (entah kenapa bibirku langsung menolak)
"Afwan ana tidak bisa melanjutkan jika memang orang tua tidak ridho"
Ya wasilahkupunmulai menasihatinya.

Setengah hatiku ingin mengakhirinya saja, setengahmya lagi mengatakan lebih bijak biarkan dia membuktikan.
Dia meminta di beri kesempatan untuk membujuk ibunya, sebenarnya berat bagiku.. wasilahku meminta agar aku bersedia memberinya waktu , menyampaikan sedikit apa yang Ingin disampaikan, dan hanya berucap
"Nasehati dengan lemah lembut, tunjukkan dengan akhlak mu dan jangan memaksa ibu untuk menerima ana"
Tidaklah mudah memang tapi hati itu milik Allah ,Dia Yang Maha Membolak-balik kan hati.
Ku beri waktu 2 hari sampai akhir Februari. Ya,dia menyetujuinya.

Wajar saja,dia putra satu-satunya yang dimiliki ayah ibunya, dia permata bagi orangtuanya.
Entah mengapa, setelah dia pulang aku merasa pandanganku mulai kabur karena air mata
Aku seakan mendengar lagi ucapan yang dia katakan dengan wasilahku sore itu

"Umi,ana hijrah sendiri. Dan ana merasa berat,ana sudah butuh menikah,ana butuh ada yang mengingatkan, mendukung karena iman itu naik turun, dan awal tahun ini ayah baru saja menjadi mualaf .ana ingin dengan menikah kita sama2 bisa berdakwah dikeluarga kita nantinya".
Dua hari entah apa yang dia upayakan,entah apa yang dia lakukan..
Selagi menunggu keputusan nya,aku berharap dia mundur saja.aku harap dia lebih bijak ,
Dengan sisa-sisa waktu yang ada aku terus beristikharah, aku tidak mengubah isi doaku agar ibunya luluh. Tidak sama sekali ! doaku masih sama 
"Aku hanya meminta yang terbaik."
Dan ya 28 Februari 2018
Alhamdulillah akhirnya dia mundur juga..lega,inilah ujungnya..

Saat aku menulis ini aku sedang bersama bapak dan ibuku, semoga aku masih bisa menemani masa-masa senja beliau. Semoga Allah melembutkan hati dan tutur kataku kepada beliau ,semoga Allah menjauhkan aku dari sifat keras lagi kasar kepada beliau. Semoga aku dan kalian semua mendapat pintu tengah itu. Pintu tengah oleh sebab birrul walidain.
Dan untuk ikhwan di sebuah kota gudeg,
Tidak perlu menanyakan lagi kepada wasilahku bagaimana kabarku, Allah sebaik-baik penjagaku.
Ikhlaslah.. semua sudah menjadi ketentuan Allah.
Mungkin di awal akan terasa pahit,namun yakinlah setelahnya akan terasa manis. Yakinlah janji Allah.
Semoga masing-masing dari kita akan mendapatkan ganti yang lebih baik.

Wanita desa,pendamba surga.
15 Maret 2018

==========================
Mohon do'a bagi ukhti muda ini yang saat ini sedang menjalani ta'aruf kembali dengan seorang ikhwan. Semoga dimudahkan hingga ke jenjang pernikahan. Aamiin....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer