Sabtu, 10 Maret 2018

GIVING IS RECEIVING

Ketika banyak training online tentang ilmu marketing ditawarkan. Begitu banyak tips-tips dan tahapan-tahapan secara teknis dijelaskan. Tiba-tiba saya teringat pada cara bisnis seorang ibu yg berprofesi sebagai bidan dan juga pedagang. Namun kini beliau sudah almarhum.
Beliau tinggal disebuah kampung. Saat itu berprofesi sebagai bidan desa tidaklah mudah. Dimana masih banyak orang yang percaya pada kekuatan supranatural dibanding ilmu medis. Setiap kali tubuh terasa tidak enak, mereka selalu katakan
"ini kalo bukan penyakit malaria, pasti ada yg ga suka sama saya. Apa bu bidan bisa nyembuhin santet ?" Masya Allah....
Menjadi bidan desa di sebuah kampung yang sangat jauh dari perkotaan, harus bisa membawa diri, terutama dengan dukun beranak yang menganggap kehadiran bidan adalah "saingan" untuk mereka.



Menjadi bidan desa harus "SIAGA" sewaktu-waktu. Harus bersedia digedor tengah malam, walau hujan, siap diminta datang ke rumah pasien yang akan melahirkan.
Walau ia bukan seorang yg memiliki kesaktian, namun ternyata beliau punya kata-kata mujarab, yang akhirnya sering beliau pakai untuk kelancaran sebuah persalinan.
Bila melihat kondisi sebuah keluarga, rumah hanya sepetak, lantai tanah, dinding bilik bambu, punya anak banyak doremifasol. Sudah terbayang kondisi finansial keluarga itu. Tidak perlu berharap bayaran jasa persalinan, melahirkan tanpa masalahpun sudah bagus.
Saat kondisi seperti itu, biasanya kata-kata andalan bu bidan akan keluar. Beliau akan berkata pada suami pasien : "Pak, kalo ibu melahirkan lancar, GRATIS biaya !" Subhanallah Alhamdulillah, benar-benar terjadi LANCAR & GRATIS !!!
Itulah yang selalu beliau lakukan saat menghadapi persalinan yang sulit dan terjadi pada keluarga elit (ekonomi sulit)


Bu bidan ini juga seorang pedagang. Palugada (apa lu minta gw ada 😀).
Saat berdagang juga sering ditemui "konsumen unik" yang senang menawar dg harga yg tidak wajar. Tidak cukup hanya itu, bahkan juga membanding-bandingkan dg produk lain ataupun pedagang lain. Apa kata-kata andalan dari bu bidan :
"Kalo semua dagangan saya ini habis terjual, saya kasih ini GRATIS buat ibu." Dan bukan sulap bukan sihir, selalu mendapat "KUN" dari Allah dan terjadi !! Subhanallah !! Barang habis terjual dan si "konsumen unik" itu dapat produk GRATIS !
Rugi ? Secara logika manusia mungkin rugi. Tapi apa yang menjadi hak kita, akan selalu mendekati kita, kembali pada kita. Rejeki tahu siapa pemiliknya. Dan yang bukan hak kita akan lepas dari kita, entah bagaimana caranya, pasti akan lepas dari kita.
Pernah bu bidan berjualan emas dan kembali mendapati "konsumen unik". Kata-kata andalan kembali keluar : "Kalo seluruh emas saya ini habis terjual hari ini, besok gelang ini GRATIS jadi milik ibu !"
"Konsumen unik" ternganga : "Serius nih bu bidan ? Saya sih tadi cuma nawar aja, kalo dikasih syukur, nggak juga ga apa-apa. Tapi kalo mau dikasih gratis yaaa ga nolak, hehehe," jawaban manusia kebanyakan dengan nafsu tingkat rata-rata manusia.
Jreeeennnggg...!!! Benar-benar terjadi. Hari itu seluruh emas bu bidan terjual dengan harga tinggi. Esoknya beliau antar gelang emas itu kerumah si "konsumen unik."
Rugi ? Mungkin.... bila dilihat dan dirasakan dari sudut pandang nafsu. Tapi sekali lagi rejeki tahu siapa pemiliknya. Setiap yang menjadi hak kita akan mendatangi kita, dan yang bukan hak kita akan pergi meninggalkan kita


Esok paginya setelah mendapat gelang gratis "konsumen unik" mendatangi rumah bu bidan.
"Bu, gelang yg kemarin ibu kasih tadi dijambret orang dipasar ! Bu bidan ga ikhlas kali ya ngasihnya!" Hahaha ngeselin ya ? Embeeerrrrr.... tapi disenyumin doang sama bu bidan.
2 hari kemudian datang pemilik toko emas dimana bu bidan sering belanja emas untuk dijual.
"Bu bidan, semalam kami lihat daftar reseller kami yg mencapai penjualan terbanyak bulan ini. Ternyata ibu adalah reseller dengan penjualan terbanyak di bulan ini. Maka ini, ada hadiah spesial buat ibu. Silahkan diterima."
Gelang emas !!! Dengan ukuran yg lebih besar dan bentuk yg lebih indah dari gelang yg ia gratiskan untuk "konsumen unik"nya. Subhanallah....!!!
See ? Yang hak akan selalu mendekati. Rejeki tidak akan pernah tertukar, karena rejeki itu tahu siapa pemiliknya .
Soooo.... jangan jutek lagi kalo sama "orang unik" yaaa... ubah kata-kata kejengkelan kita untuk dia, menjadi kata-kata yang bernilai positif untuk diri kita dan dia (walaupun menjengkelkan)
Kisah diatas benar-benar nyata. Bahkan setelah 40 hari meninggalnya bu bidan, masih ada seorang ibu dengan perut yang sudah membuncit hamil tua, datang untuk periksa kehamilan. Saat tahu bu bidan sudah 40 hari meninggal, pasangan suami isteri itu menangis sambil berkata pada suami bu bidan : "Pak, 3 orang anak saya semuanya lahir sama bu bidan GRATIS ! Kami ini orang miskin, kalo bu bidan sudah tidak ada, siapa yang akan menolong persalinan isteri saya nanti ?"
Sedih memang.... tapi inshaa Allah akan ada regenerasi bu bidan selanjutnya di desa itu. Aamiin.
Semoga bermanfaat.

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS DENGAN MENYERTAKAN LINK BLOG INI.

DILARANG KERAS MENGAMBIL IDE CERITA INI UNTUK TUJUAN KOMERSIL TANPA SEIJIN PENULIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer