Sabtu, 10 Maret 2018

ATTITUDE, KNOWLEDGE, SKILL

Setiap kali selesai pelatihan CRM untuk para calon penerbang (dikenal : Pilot), selalu saya tutup dengan materi "Profesional Image"
Kemudian muncul pertanyaan mendasar dari salah seorang siswa :
"Bu, apakah ada lulusan pilot yg menganggur ?"

Saya jawab : "Banyak. Jangankan lulusan pilot, mereka yg sudah punya experience pun ada yg menganggur."
Mereka melongo, menatap saya tak berkedip. Mungkin membayangkan, biaya yg sudah dikeluarkan oleh orang tua mereka minimal seharga CLA 200 mercedes benz.
Ketahuilah ada 3 hal yg harus kalian kuasai untuk bisa lolos seleksi alam. Mengapa saya katakan "seleksi alam" ? Karena ternyata 3 hal ini bukan hanya berlaku untuk kalian para "calon Pilot" tapi juga berlaku untuk semua lini profesi.
Apa 3 hal itu :
1. Attitude (Moral)
2. Knowledge (Pengetahuan)
3. Skill (Keterampilan)

Mengapa Attitude (Moral) ada diurutan pertama ? Karena knowledge bisa dibaca, bisa dipelajari. Skill bisa dilatih. Tapi Attitude itu pembangunan mental, pembangunan moral dan ini prosesnya terlatih sejak dini.
Mereka yg memiliki attitude bagus sudah terbiasa melakukan hal-hal yg benar dan jujur. Tidak nyaman saat merasa curang. Ini tidak tercipta tiba-tiba. Mental ini tidak bisa dibangun begitu saja, tapi melalui proses kebiasaan-kebiasaan yg benar. Dan mental ini sudah tertanam sejak dini, bahkan mungkin sejak di dalam kandungan 😊.
Berarti ga masalah dong ga punya knowledge & skill, yg penting attitude nya bagus ?
Tetap masalah. Mereka yg hanya punya attitude tapi tidak punya knowledge & skill, yaaa cuma jadi orang baik aja. Maaf kalo saya katakan, hanya jadi kacung yg jujur, hanya bisa pasrah, nangis, tak berdaya, berharap datang keajaiban. Persis seperti di sinetron-sinetron. Orang baik yg minim knowledge & skill, tidak akan bisa berbuat banyak untuk orang lain. Hanya bisa menyimpan rasa kasihan dalam hati.
Lantas bagaimana bila hanya memiliki knowledge tanpa attitude & skill ? Orang-orang ini akan bermulut besar. Merasa paling hebat dg pengetahuannya dan tidak tahu kapan harus diam. Diibaratkan orang yg paham dg rambu-rambu lalu lintas tapi ga bisa nyetir. Bisanya cuma komentar melulu menurut idealisme nya sendiri.

Heemmm... kemudian seperti apa mereka yg punya skill tapi tidak memiliki attitude & knowledge ? Maaf... ini seperti sebagian besar sopir angkot. Saya katakan sebagian besar, karena tidak semua sopir angkot seperti itu. Coba lihat kurang pinter gimana sopir angkot nyetir ? Angkot segede gaban aja bisa nyelip-nyelip. Tapi apakah mereka perhatikan etika berkendara ? Apakah mereka berpikir cara mereka mengemudi itu berpotensi terjadinya kecelakaan yg akan merugikan orang lain ? Orang-orang ini akan bertindak berdasarkan "biasanya" bukan berdasarkan pengetahuan yg benar & diimplementasikan dg cara yg benar. Biasanya ga apa-apa kok, biasanya bisa kok, biasanya bisa lolos kok. Dan saat terjadi incident/accident, mereka anggap itu adalah saat apes.
Padahal yg terjadi sebenarnya bukan karena apes. Mereka tidak berpikir, saat "biasanya ga apa-apa" karena ada yg mampu menghindar. Saat "biasanya bisa kok" karena saat itu kebetulan melakukan hal yg benar. Saat "biasanya bisa lolos kok" karena saat itu petugas screening sedang kurang teliti, atau sistemnya sedang error. Sehingga saat petugas screening teliti mereka kena apes, saat tidak ada yg bisa menghindar mereka celaka, saat tidak tepat melakukan implementasi, kesalahan mereka langsung terlihat. Saat ditanya :" mengapa melakukan hal ini ?" mereka akan jawab : " yaaa biasanya juga begini, tapi gpp, ga ada masalah.."

See ? Attitude, knowledge, skill. 3 serangkai dalam 1 paket komplit yg tidak boleh dibuang salah satunya. Skill (keterampilan) yg dimiliki akan benar-benar bermanfaat saat kalian benar-benar tahu kapan harus diimplementasikan dengan aturan yg benar. Jadi bukan karena "biasanya nggak apa-apa"
Soooo.... seorang Profesional itu adalah :
"Skill yg dihasilkan melalui knowledge yg benar dan diimplementasikan dg tindakan yg santun dan benar"

Lakukan ini untuk bisa lolos seleksi alam.
"Hal-hal besar selalu dimulai dari ribuan langkah kecil. Mereka yg merasa terlalu hebat untuk melakukan hal-hal kecil, sesungguhnya adalah orang-orang yg terlalu kecil untuk diminta melakukan hal-hal besar"

SILAHKAN SHARE ATAU COPAS DENGAN MENYERTAKAN LINK BLOG INI.

DILARANG KERAS MENGAMBIL IDE CERITA INI UNTUK TUJUAN KOMERSIL TANPA SEIJIN PENULIS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer