Sabtu, 04 Agustus 2018

APA YANG SUDAH KAU SEMBELIH

Tulisan dibawah ini adalah hasil sharing seorang ibu muda tentang hijrahnya meninggalkan riba.

Aku seorang wanita karier dengan posisi manager disebuah perusahaan swasta di Indonesia. Suamiku seorang wiraswasta. Dia hobby otomotif, maka usaha yang ia geluti selalu dibidang otomotif. Dengan posisi bagus di perusahaan bagus, penghasilanku bisa mencapai 15juta perbulan. Wow sangat fantastis ! Mungkin begitu bagi sebagian orang. Bila digabung dengan suamiku bisa mencapai 20 juta. Ya penghasilanku saat itu 3x lipat lebih besar dari yang dihasilkan suamiku.

Menurut matematika manusia seharusnya 20juta perbulan itu lebih dari cukup. Tapi ternyata tidak ! Hidup kami masih mengontrak, walau kami mengontrak di perumahan elite.

Karena merasa gajiku lebih besar dari suami, aku merasa tidak perlu pakai uang suami untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari. Alhasil aku tidak pernah meminta uang belanja pada suami. Aku bangga dengan diriku sendiri. Tidak sadar menjadi jumawa, tidak sadar merasa lebih kuat dari laki-laki yang seharusnya kududukkan dengan posisi khalifah dalam rumah tanggaku. Setiap kali bertengkar, dengan sombong aku selalu lantang berkata : "Ceraikan saja aku ! Aku bisa hidup walau tanpa kamu !"

Alhamdulillah Allah masih lindungi rumah tangga kami. Suamiku selalu tampil mengalah, entah apa yang membuatnya berlaku seperti itu. Dia biarkan aku bangga selalu keluar sebagai pemenang. Bukannya sadar, aku justru makin berpikir suamiku takut kehilangan aku sebab dia lebih membutuhkanku. Astaghfirullah al adziim.

Suatu ketika kukatakan pada suamiku : "Kita harus ambil rumah yah, kita harus paksakan ! Karena kalo nggak kita nggak akan punya rumah !" Suamiku setuju. Rumah tersebut atas namaku, seluruh persyaratan administrasi menggunakan dokumentasiku. Dengan posisi manager dan penghasilan 2 digit urusan KPR sangat mudah. Aku makin merasa bangga. Aku bisa punya rumah atas namaku sendiri !"

Dengan DP 80juta dan angsuran 3jt/bulan syah sudah akad kredit itu ! Saat itu kilau dunia amat indah didepan mataku. Aku ingin mengambilnya semua.

"Yah, sepertinya kita perlu renewal mobil deh. Kalo nggak nyicil, kita nggak akan bisa punya rumah dan mobil !" Begitu usulku suatu hari. Lagi-lagi suamiku menyetujuinya. Tanpa menunda kami segera hunting mobil. Avanza terbaru gress ada ditangan. Prosesnya cepet, murah (begitu pikiran kami dulu), DP 10jt, cicilan 4jt. Gajiku sendiri masih mencukupi lah.


Satu tahun setelah akad kredit rumah dan mobil, perusahaanku collaps pailit. Aku masih bisa ambil jamsostek paling tidak cukup untuk menalangi kebutuhan hidup bulan depan. Aku mulai berhitung, ada kekhawatiran luar biasa dalam diriku. 15 jutaku hilang ! Aku harus hidup dengan uang 5 juta yang dihasilkan suamiku. Itupun masih harus dipotong dengan cicilan rumah 3 juta perbulan. Sisa 2 juta. Trus mau bayar cicilan mobil sebesar 4 juta pakai apa ? Saat itu belum marak taxi online. Duh Gusti... aku benar-benar bingung. Percaya diriku langsung drop. Serasa mimpi buruk. Aku tidak mau miskin ! Aku takut miskin ! Bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaan baru dengan cara cepat ? Lamaran aku sebar, tapi semua hasilnya nihil !

Asistent rumah tangga kami rumahkan. Ya Allah.... aku baru merasakan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga 24 jam harus siaga. Sungguh melelahkan. Terbayang saat dulu dikantor, walau melelahkan masih bisa kongkow-kongkow dengan teman-teman sejawat. Aku depresi, stres, makin sensitif. Bila dikritik atau ditegur suami karena ada yang kurang pas dari cara kerjaku, aku langsung nyolot : "Mentang-mentang bunda udah nggak kerja, nggak punya penghasilan, ayah jadi ngerasa bisa seenaknya ngatur bunda !" (Lho padahal kan salah satu tugas suami mengatur isterinya ya ?)

Suatu saat kami diajak oleh teman suami untuk datang ke sebuah pengajian. Di pengajian itu membahas soal riba. Ustad menjelaskan, apa yang dimaksud riba, seperti apa itu kegiatan riba, siapa saja yang terkena dosa riba bahkan ustadz pun menjelaskan dosa riba paling ringan itu sama seperti berzinah dengan ibu kandung. Dan yang lebih mengerikan adalah saat ustadz tersebut membacakan :

“Orang-orang yang Makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah. dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), Maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), Maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak Menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 275-279).



Begitu pulang dari pengajian itu, aku masih saja tetap ngeyel : "itu ustadz cuma bisa ngomong. Kalo bukan dari KPR gimana caranya mau dapet rumah ? Kalo bukan dari leasing gimana caranya bisa punya mobil ? Gampang tinggal dakwah, tapi nggak ngerti kebutuhan hidup !" Begitulah aku bersungut-sungut waktu itu.

Tapi rupanya itu adalah awal. Aku mulai penasaran, itu ustadz pasti Islam garis keras, cuma mau bikin susah orang beragama aja. Nggak boleh KPR, nggak boleh kredit kendaraan ke leasing, nggak boleh pinjam uang ke BANK. Lagian kayak dia mau minjemin duit aja, nggak boleh ini, nggak boleh itu.

Suatu hari ada tawaran pinjaman uang dalam jumlah yang cukup besar mulai dari 10juta hingga 500 juta. Rupanya karena dalam 1 th namaku tercatat bagus tidak pernah terlambat mencicil rumah dan mobil, maka ada dari pihak BANK tertentu menawari pinjaman. Sungguh tawaran dunia yang menggiurkan dan tidak patut dilewatkan. Ini kesempatan ! Pikirku waktu itu. Keserakahan sudah menguasai aku dan suamiku. Bukannya tersadar, tapi justru malah mau menambah hutang.

"Gimana kalau kita ambil saja bun, buat tambahan modal ayah ?"
"Tapi ayah yakin ya bisa nutupin cicilannya ?"
"Inshaa Allah, bismillah ya bun." Ya Allah sungguh tidak tahu diri kami waktu itu, mau menambah riba masih pakai bismillah. Inilah orang-orang yang tidak tahu malu.

Deal ! Uang 150 juta ditangan ! 3 bulan pertama kami masih bisa mencicil KPR, mobil dan bayar hutang BANK. Namun setelah itu Allah sumbat keran rejeki kami ! Tidak ada yang membeli motor ataupun mobil yang dijual oleh suamiku. Semua uang sudah berubah menjadi barang. Kami membaca banyak motivasi bahwa bersedekah dapat melapangkan kita dari kesempitan. Kami mulai melakukannya, memang agak mending, satu dua mulai ada pembeli. Aku mulai mengikuti banyak MLM berharap akan dapat bonus yang besar dari usahaku. Banyak training online untuk meledakkan omset aku ikuti. Tapi tetap saja ibarat keran aliran airnya bukan mengucur, tapi hanya menetes. Apa yang salah ini ? Padahal seluruh arahan teknis dari mentor sudah aku lakukan.

Hingga suatu saat mobil kami ditarik leasing karena sudah lebih dari 4 bulan tidak mampu kami bayar. Menyusul surat dari BANK mengancam akan menyegel rumah karena sudah 3 bulan kami belum bayar cicilan. Setiap hari, pihak BANK yang dulu memberi kami pinjaman 150 juta selalu datang menagih ke rumah, sungguh sangat mengganggu. Secara psikologis anak-anakku juga menjadi minder. Hingga suatu ketika Allah menuntun langkah kaki kami pada seorang kiyai.



"Keserakahan dunia telah menyengsarakan kalian ! Kilau dunia telah membutakan kalian ! Kalian sedang diperangi oleh Allah dan RasulNYA. Menyerahlah dan bertaubat ! Karena kalian tidak akan menang. Kembalikan keluarga kalian pada fungsinya. Jangan dibalik ! Allah mewajibkan suami menjadi tulang punggung, menafkahi keluarga adalah wajib baginya, sewajib ia melaksanakan sholat ! Dan kewajiban isteri adalah mematuhi suaminya ! Selama ini kalian telah membolak balik syari'at Allah sekehendak nafsu kalian ! Tahukah kalian Allah SWT berfirman :

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”.[Al Baqarah : 233].

Jabir mengisahkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya mereka ibarat tawanan di sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rezeki dan pakaian dari kalian”.

Pak kiyai menambahkan : "ingatlah 1 hal. Sebanyak apapun yang dihasilkan seorang isteri, harta itu hanya Allah cukupkan untuk dirinya sendiri. Seberapun jumlahnya walau terhitung sedikit yang dihasilkan seorang suami, Allah akan cukupkan untuk dirinya dan keluarganya. Ini sudah hukumnya !"

"Lantas apa yang harus kami lakukan kiyai ?"
"Selesaikan riba dengan segera ! Setelah itu lakukan sholat taubat !"
"Bagaimana caranya ? Kini kami tidak punya uang."
"Apa yang bisa kalian jual untuk menyelesaikan semuanya ?"
"Rumah, kiyai. Kini kami tinggal memiliki rumah."
"Jual rumah itu ! Menyerahlah ! Tinggalkan riba !"
"Bila rumah itu kami jual, dimana kami tinggal nanti ?"
"Serahkan pada Allah, Allah akan mencarikannya untuk kalian. Bumi ini milik Allah !"

Aku dan suamiku pulang dengan gamang. Harga pasaran rumah dikomplek kami kisaran 600 juta hingga 700 juta. Kami mulai pasang plang untuk jual rumah dengan harga sesuai pasaran. Namun setiap orang yang datang melihat rumah kami selalu menawar kisaran harga 400 juta - 450 juta. Aku mulai putus asa. Antara rela nggak rela. Ikhlas nggak ikhlas. Iblis mulai membisikkan hal-hal buruk di telingaku : "Lihatlah, saat kau ingin patuh pada Tuhanmu, ternyata Tuhanmu justru menyulitkanmu. Bila kau lepas dengan harga dibawah pasaran, uang itu hanya cukup untuk membayar hutang kalian. Lantas bagaimana cara kalian akan membeli rumah lagi. Apakah kalian tidak malu kembali ke rumah kontrakan lagi ?"

Aduh sungguh bisikan iblis membuat aku ragu. Mulai gali lubang tutup lubang untuk membayar cicilan rumah dan cicilan hutang BANK. Kondisi kami tidak makin baik. Kembali kami datang pada pak kiyai. Kami ceritakan lagi semuanya.

"Lepaskan pada penawaran tertinggi yang bersedia membeli cash !"

"Tapi penawaran tertinggi baru sampai 450 juta kiyai. Itupun masih dipotong marketing fee dan pajak. Bila kami lepas segitu kami akan terima bersih sekitar 430 juta. Hutang yang harus kami bayar sekitar 400 juta. Sisa 30 juta, kami tidak akan bisa beli rumah lagi !"


"Itu hitungan matematika kalian. Apakah kalian lebih pintar dari Allah ? Hanya segitu keyakinan kalian pada Allah ? Apakah kalian tidak percaya pada janji Allah, bahwa Allah mampu mendatangkan rizki dari arah yang tidak kalian sangka-sangka dengan satu syarat, hanya akan Allah berikan bagi hambaNYA yang bertaqwa ! Hanya akan Allah berikan bagi hambanya yang memiliki keyakinan penuh padaNYA ! Bukan yang sok pintar berlogika dan lebih yakin pada hitung-hitungannya sendiri. Sekarang terserah kalian. Masalah kalian ini adalah karena terlalu cinta pada dunia ! Saat kalian mengejar dunia, dunia akan berlari sambil tertawa. Saat kalian mengejar akherat, dunia akan berbalik mendekat. Syaratnya hanya 1, miliki nyali untuk taat pada syari'at. Kalian tidak tahu kapan maut akan menjemput. Bayangkan bila esok Allah cukupkan usia kalian, sanggupkah kalian menghadap Allah dengan memikul dosa riba ? Silahkan diulur-ulur, bila kalian siap untuk kekal di neraka. Punya nyalikah kalian ?"

Aku dan suami saling berpandangan. Kami pulang dengan sejuta ketakutan dan kekhawatiran. Sesampainya dirumah suamiku mengatakan :"kita harus sholat taubat bun. Minta ampunan sebesar-besarnya pada Allah atas kengeyelan kita selama ini. Mulai besok kita tekatkan untuk melepas rumah ini seberapapun penawaran tertinggi." Aku mengangguk lemas.

Tidak sampai 1 minggu setelah itu rumah kami laku terjual dengan harga 450 juta. Sesuai hitung-hitungan kami, tinggal tersisa 30 juta ditangan, namun kami sudah bebas riba. Ada rasa sedih saat harus meninggalkan rumah itu. Sejak hari itu kami hidup dirumah kontrakan. Tidak punya rumah, tidak punya kendaraan, tidak punya harta apa-apa yang bisa disombongkan. Dari uang yang tersisa kami gunakan untuk mengontrak rumah dan memulai usaha kuliner. Kami mulai perbaiki ibadah. Kami selalu usahakan sholat 5 waktu jama'ah di masjid. Kami mulai membiasakan diri kami untuk menghidupkan sunnah. Aku mulai membiasakan diri untuk patuh pada suamiku. 6 bulan pertama anakku jatuh sakit. Uang yang tersisa ditangan habis untuk biaya berobat. Hanya tersisa 1 lembar 50rb. Ya Allah...!!! Kami sudah berusaha untuk taqwa, namun masihkah harus menjalani hukumanmu ? Apa yang KAU inginkan ya Allah !!! Jeritan hatiku ditengah malam.

Esok harinya sebelum sholat subuh berjama'ah di masjid terdekat, kulakukan sholat fajar. Selesai sholat subuh berjama'ah hp suamiku berdering.

"Pak, saya baca di OLX bapak ngiklanin mobil truck. Masih ada pak ?"
"Masih pak, datang saja ke lokasi pak, boleh nego di lokasi langsung sama yang punya."
Akhirnya mereka janjian untuk bertemu. Rupanya suamiku membantu temannya memasarkan truck secara online.
"Do'ain trucknya laku ya bun, lumayan ayah bisa dapat komisi 5 juta."
"Aamiin... inshaa Allah yah."


Pukul 07:00 pagi suamiku pergi untuk bertemu dengan pembeli dan langsung ke rumah temannya yang punya truck. Aku mengiringi langkahnya dengan 6 raka'at sholat duha. Hari ini uang kami tinggal tersisa 1 lembar 20 ribu, setelah digunakan untuk belanja tadi pagi sebanyak 30 ribu. Selesai sholat duha, aku mendengar tetangga kontrakanku menjerit-jerit. Aku tergopoh-gopoh datang kesana. Ternyata anaknya yang berusia 2 tahun kejang. Ayahnya sedang tidak ada dirumah. Katanya dari semalam sudah panas tinggi, ayahnya sedang keluar untuk cari pinjaman uang. Tanpa babibu, kuambil motorku, kubonceng dia segera kularikan ke puskesmas. Di puskesmas anaknya sudah tenang. Namun kami harus menebus obat seharga 20rb. Tetanggaku memandangku.

"Mbak maaf, saya sama sekali nggak ada uang. Apa bisa pinjam 20rb ? Nanti kalo suami saya pulang saya ganti."
"Alhamdulillah saya ada ini mbak. Pas 20 ribu. Nggak usah dipikir, yang penting dedeknya sembuh."

Habis sudah 20 ribu semata wayangku. Namun entah mengapa hatiku tetap tenang tidak merasakan gelisah ataupun apa. 30 menit setelah aku sampai dirumah, kudengar suamiku mengucap salam.

"Nih bun. Mohon ridhonya ya, ini rizki ayah hari ini." Suamiku menyerahkan amplop yang cukup tebal padaku. Aku bergetar menerimanya. Kubuka dan kuhitung.
"Masya Allah...7 juta ayah !! Trucknya laku ?"
"Iya alhamdulillah bun, ayah dapat 5 juta dari teman ayah dan 2 juta dari pembelinya."

Masya Allah !!! Aku menangis sujud syukur. Tiba-tiba tetangga kontrakan kami yang tadi anaknya kuantar ke puskesmas datang kerumah kami.

"Maaf mbak, apakah kami bisa pinjam uang 1 juta, kami sama sekali tidak ada uang. Nanti kalau suami saya dapat panggilan mengerjakan proyek lagi akan kami bayar."
Aku langsung menoleh pada suamiku. Suamiku mengngguk. Kuserahkan uang 1 juta pada tetanggaku.
"Nggak usah buat beban mbak, dibayar saja semampunya."
"Mohon maaf ya mbak, dari tadi merepotkan terus. Sebenarnya malu saya."

Begitulah cara kami memulai hidup. Karena belum punya modal banyak, suamiku bekerja serabutan. Berlalu sudah tahun pertama berhijrah. Dari hasil memasarkan produk-produk teman, alhamdulillah setiap hari suamiku mendapat komisi dari barang yang ia pasarkan. Hingga kami mampu membeli mobil CASH. Memang bukan mobil baru, tapi masih tergolong tahun muda. Mobil itu digunakan suamiku untuk usaha rental. Alhamdulillah ada saja yang rental mobil kami. Hingga terkumpul uang kami sekitar 100 juta di tahun ke-4 kami berhijrah.

"Kira-kira ada nggak ya Yah rumah dengan harga dibawah 100 juta ?"
"Inshaa Allah ada. Minta saja pada Allah biar Allah yang pilihkan."

Yang kuminta pada Allah adalah rumah yang mampu lebih mendekatkan kami sekeluarga pada Allah. Pastilah itu rumah terbaik dibumi Allah ini. 2 minggu kemudian kami ditawari rumah sitaan BANK di kota X. Harga pasaran rumah disana masih relatif murah dibandingkan harga pasaran rumah di kota Y tempat kami tinggal sekarang. Awalnya aku ragu. Aku belum familiar dengan kota X. Namun aku dan suami tetap melakukan survey kesana.

"Wah rumahnya sudah banyak yang rusak Yah !" Kataku saat tiba dilokasi. Halaman rumah itu ditumbuhi rumput liar menandakan sudah sangat lama tidak berpenghuni.
"Ini sih ready to renov Yah." Aku menambahkan lagi. Suamiku masih sibuk menelusuri ruangan demi ruangan rumah itu.

"Sabar bun. Nggak masalah kalau harus renov. Kalau mau yang ready to use berarti kita harus sabar menunggu 1 tahun atau 2 tahun lagi." Kemudian suamiku beralih pada orang yang mengantar kami.
"Kurang berapa lagi yang harus dilunasin ke BANK mas ?"
"Kurang lebih sekitar 65 juta pak. Tapi nanti bapak akan saya perkenalkan dengan pihak BANK nya dan akan diberitahu berapa detilnya dan bagaimana prosedurnya. Bila nanti ternyata bapak cocok bapak bisa langsung kasih DP dulu 2 juta, setelah itu kami proses ke BANK."


Kami pulang. Dalam perjalanan masih hunting beberapa rumah yang ditulisi "dijual" memang rumah tadi itu yang paling murah penawarannya.

"Bun, rumah tadi itu statusnya sudah lama tidak ditempati. Inshaa Allah uang yg kita punya cukup untuk melunasi dan merenov rumah itu."
"Kita perlu istikharah yah." Suamiku mengangguk.

Baru 3 hari kami istikharah, pihak marketing menelpon suamiku, mengatakan ada kabar dari BANK pelunasannya cukup 57 juta saja. Kami minta dipertemukan langsung dengan pihak BANK nya. Terjadi tawar menawar DEAL 55 juta. Pelunasan rumah siap diproses. Sungguh aku tidak menyangka prosesnya begitu cepat. Tidak sampai 1 minggu sertifikat sudah ditangan. Allahu akbar. Rumah mulai kami renov. Dari pelunasan hingga renov rumah, keseluruhan kami keluarkan 95 juta ! Masya Allah !

Fa bi ayyi ālā'i Rabbikumā tukażżibān

95 juta ! CASH ! Allah berikan pada kami !! Rumah ready to use. Dimana saat itu setiap orang akan berkata : "Mana ada sekarang rumah ditengah kota dapet harga 200 juta." Tapi kami dapatkan harga dibawah 100 juta. Masya Allah !!

Fa bi ayyi ālā'i Rabbikumā tukażżibān

Saat itu aku bagaikan ada pada masa Ibrahim as, yang berani taat untuk menyembelih putra semata wayangnya dan Allah gantikan dengan seekor domba yang lebih layak untuk disembelih. Allahu akbar !! Ampuni aku yang seringkali meragukan janjiMU ya Allah !! Ampuni aku yang buta bahwa ENGKAU MAHA KAYA !! Ampuni aku yang selalu sok pintar dihadapanMU ! Ampuni aku yang selalu berhitung akan hartaMU !

Ternyata rumah kami yang sekarang dekat dengan mushola. Dekat dengan orang-orang berilmu. Alhamdulillah... lingkungan sehat dan agamis. Allah menjawab do'aku. Inilah rumah terbaik yang Allah berikan pada kami. Rumah yang dekat dengan mushola. Tidak perlu weker untuk bangun subuh. Allah berkenan memilih kami untuk bertetangga denganNYA.

Bagi teman-teman pejuang riba. Riba itu ibarat penyakit yang harus segera disembuhkan. Bila penyakit ini semakin parah, beranilah untuk mengambil tindakan operasi untuk kesembuhan. Sakit memang, sangat sakit bahkan berdarah-darah !! Bertahanlah !! Sampai Allah menaruhmu pada titik terlemah, dimana tidak ada daya untuk membusungkan dada, dimana tidak ada nyali untuk mendongakkan kepala. Namun disaat itulah justru kita sedang berada sangat dekat dengan Allah. Gapai tanganNYA, maka IA akan menarikmu keatas. Rasakan setiap anak tangga yang kau naiki, dimana Allah akan meletakkanmu disana.

Bagi yang sedang bermatematika dengan Allah, dengan selalu berujar :

"Siapa lagi yang mau minjemin uang kalo bukan BANK !"

"Kalo nggak nyicil, nggak akan bisa punya apa-apa !"

Berhentilah untuk sok pintar di hadapan Allah saudaraku.

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS Ath-Thalaq : 2-3)
Di tahun ini apakah yang sudah kita kurbankan ? Saat tak mampu berkurban sapi atau kambing, mampukah untuk menyembelih hawa nafsu kita ? Mampukah untuk menyembelih gengsi kita ? Mampukah untuk menyembelih rasa pamer kita ? Mampukah untuk menyembelih....?

Catatan dari seorang hamba yang sangat kapok dengan riba.

🙏 Semoga Bermanfaat 🙏


Jumat, 20 Juli 2018

Berat Badanku Lebih Dari 55 kg Apakah Aku Tidak Sholeha ?

Ramai di sosmed membicarakan bahwa wanita sholeha berat badannya tidak lebih dari 55 kg. Ketawa ajaa sih...
Acuan yang digunakan adalah berat badan Aisyah, ra (salah satu isteri Rasulullah). Berarti isteri Rasulullah bukan hanya Aisyah kan ya ?

Ada suatu riwayat kisah saat Rasulullah menikahi Saudah binti Zam'ah.
Sudah gilakah Muhammad, tuduh sebagian orang Makkah ketika Rasulullah saw menikahi Saudah binti Zam’ah. Pernikahan itu membuat gempar masyarakat Makkah. Bayangkan, meski seorang janda, Saudah bukanlah janda kembang yang menarik. Sebagai janda tua, sama sekali ia tidak menyisakan kecantikan di masa mudanya. Punya anak lagi.

Badannya gemuk, hingga tampak berat jika berjalan. Walau begitu, dia berjiwa periang. Bahkan sering ucapannya menimbulkan gelak tawa orang yang mendengarnya. Tanpa ragu-ragu, Saudah meyakini bahwa apa yang diterima dari Rasulullah suaminya adalah belas kasihan, bukan kemesraan sebagaimana yang diperoleh istri kepada suaminya itu. “Aku telah puas, Rasulullah mengangkat diriku sebagai istri dengan kedudukan semulia ini,” kata Saudah jujur.

Oleh sebab itu, ia menerima apa adanya tentang dirinya sebagai istri Rasulullah. Bahkan giliran untuk dirinya sebagai istri, dengan ikhlas diserahkan untuk ‘Aisyah madunya. Ia sudah merasa puas bisa tinggal di tengah keluarga Nabi, mengurus rumah tangganya, melayani serta membantu putra-putrinya. Ummi mu’miniin ini berusia panjang, dan baru wafat di zaman pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Adakah yang berani meragukan keshalihan Saudah ? 😊

Allah SWT berfirman : "Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa: 34)



Dan beberapa hadist tentang isteri sholeha :

(1) "Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." (HR. Ahmad 1/191)

(2) "Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha." (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)

(3) "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya". (HR. Abu Dawud no. 1417.)
Dipandang menyenangkan ini soal selera. Maka ada yang mengatakan cantik / tampan itu relatif. Ada lho laki-laki yang suka sama perempuan gemuk, katanya lebih empuk hahaha... terlepas dari benar atau salah, soal fisik itu soal selera. Nggak bisa dong memaksakan orang lain seleranya harus sama dengan kita.


Dari ayat Al-Quran dan hadist diatas, sama sekali tidak ada yang tersirat bicara soal berat badan. Mohon maaf tulisan ini bukan untuk mengkritisi dakwah seorang ustadz yang mengatakan wanita sholeha berat badannya tidak lebih dari 55 kg. Tulisan ini adalah murni pendapat saya berdasarkan kisah isteri rasulullah, firman Allah dalam Al-Quran dan hadist shohih.

Saya sih husnudzon saja dengan dakwah tersebut, semoga dakwah tersebut bisa bermanfaat membuat banyak wanita mulai berolah raga. Tapi sebagai seorang wanita, saya sangat paham dengan apa yang dirasakan kaum saya. Tanpa di dakwahi seperti itu, sudah banyak wanita dengan segala macam cara ingin bertubuh kurus. Bahkan ada yang menjalani diet ketat hingga sakit masuk ICU.

Saya jadi ingat dulu saat masih jadi pramugari, saya justru pernah dikomplain oleh chief saya dan terancam grounded (tidak boleh terbang) karena terlalu kurus. Tinggi badan saya 161 cm, berat badan saya 45 kg. Harusnya ini katagori sholeha banget yaaa 😄 tapi dalam dunia pramugari ada yang disebut dengan berat badan proporsional :

Wanita : Tinggi badan - 110 = BB ideal
Pria : Tinggi badan - 105 = BB ideal.

Kalo yang tinggi badannya seperti saya (161 cm) memang idealnya berat badannya 51 - 55 kg. Lha kalo yang tinggi badannya 170 cm trus berat badan maksimal harus 55 kg, artinya cungkring banget dooonnggg.... eh tapi kan ini dunia pramugari yaa... bukan dunianya wanita sholeha hehehe. Just Kidding

Apa mungkin memang sudah masanya, kita hidup pada jaman dimana timbangan berat badan lebih merisaukan dibandingkan timbangan amal. Astaghfirullah.....


Allahualam bishowab

Sabtu, 14 Juli 2018

MENGAPA SHOLAT HARUS MENGGUNAKAN BAHASA ARAB

Bertemu dengan teman lama di Kanada, terlibat dalam sebuah obrolan seru

"Ren, pernah nggak sih tanya sama guru ngaji lu, kenapa sholat harus pakai bahasa arab ? Kenapa nggak boleh pakai bahasa apa aja, kan Allah maha pintar ren, Allah bukan hanya paham bahasa arab, pastinya Allah juga paham bahasa kita dong !"

Sekilas logic juga sih apa yang dikatakan teman saya. Saya berpikir keras untuk memberi jawaban yang juga sama logic nya.

"Non, lu sering baca kan ada beberapa persyaratan untuk melamar pekerjaan, seperti harus bisa berbahasa inggris aktif, harus bisa berkomunikasi dalam bahasa mandarin, harus bisa bahasa jepang, dsb. Pernah tahu ?"

"Pernah, emang kenapa ?"

"Kenapa sih harus ada syarat itu ?"

"Biasanya sih itu perusahaan asing yang sering berhubungan dengan orang-orang asing, maka karyawannya harus bisa beberapa bahasa asing yang dipersyaratkan itu ?"

"Kan sudah ada bahasa Inggris yang dinobatkan sebagai bahasa Internasional, harusnya itu para klien pasti paham dong bahasa inggris, tapi kenapa masih ada persyaratan lain harus bisa bahasa asing lain selain bahasa inggris ?"

"Yaaa perusahaan itu skalanya internasional ren, harus bisa kasih service bagus ke klien mereka, salah satunya berkomunikasi dengan bahasa kliennya. Kan para klien itu ngasih keuntungan ke perusahaan."

"Hemmm... lu pernah tahu nggak ada toko baju dan souvenir di phuket, itu pemilik tokonya bisa fasih bahasa Indonesia, Inggris, Malaysia, China, Arab dan Jepang. Pas gue tanya apa motivasinya belajar semua bahasa itu ? Dia jawab, karena customer saya rata-rata dari negara-negara itu. Dari customer saya itu, saya bisa mendapatkan banyak keuntungan, maka saya harus bisa dekat dihati mereka dengan menggunakan bahasa dari negara mereka."

Sampai disini temanku terdiam, mencoba mencerna arah ceritaku. Aku melanjutkan :



"Lu juga perlu tahu untuk jadi pramugari first class Garuda bukan hanya harus fasih bahasa inggris, bahasa mandarin dan bahasa jepang, tapi saat mereka bicara, aksennya juga harus pas. Kenapa ? Ini first class non, penumpangnya bukan orang sembarangan. Pelayanannya juga harus beda, pramugarinya yang harus mengikuti bahasa mereka, bukan penumpangnya yang harus mengikuti bahasa pramugari ! TKI/TKW aja harus bisa bahasa asing sesuai dengan negara yang akan mereka tuju kok."

Temanku masih terdiam.

"Waktu lu mau kuliah di Kanada, apa mereka mau terima lu apa adanya yang hanya bisa bahasa Indonesia ?"

"Ya nggaklah !"

"Lho kenapa ? Padahal kan lu mau ngasih uang ke universitas mereka ?"

"Kan gue kuliahnya di Kanada. Kalo setiap siswa mau pakai bahasa asal negaranya masing-masing, bisa kacau, bisa salah arti !"

"Yess itulah ! Bahasa Arab adalah bahasa pemersatu umat Islam. Suka tidak suka, mau tidak mau, sudah qodarullah Allah menurunkan firmanNYA menggunakan bahasa Arab ! Maka untuk berkomunikasi dengan Allah harus menggunakan bahasa yang Allah turunkan sesuai bahasa asal firmanNYA. Bukan karena Allah tidak tahu bahasa lain selain bahasa Arab, tapi bila dengan klien asing dan penumpang pesawat first class saja mereka dikatagorikan bukan orang sembarangan, sehingga para karyawan dan pramugari itu tidak boleh memperlakukan mereka dengan sembarangan, lantas bagaimana dengan Allah ? Masa' sama yang punya dunia akhirat, kita merasa bisa suka-suka kita, padahal sama klien asing itu kita nggak boleh suka-suka kita. Universitas lu di Kanada aja boleh nuntut lu harus menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi disana, padahal mereka dapet bayaran dari lu. Masa' Allah nggak boleh nuntut lu sih untuk pakai bahasa yang IA gunakan saat menurunkan firmanNYA. Padahal lu dikasih kehidupan sama Allah, dikasih rizki sama Allah, dikasih segalanya sama Allah. Jadi Allah yang ikutin kita atau kita yang harus ikutin Allah ?"

Temanku tersenyum. "Yayaya, gue paham sekarang."



"Oh iya satu lagi non. Gue ada pengalaman, waktu mampir di sebuah rest area ada pedagangnya yang orang Banten. Saat itu gue jalan bareng suami dan kakak ipar gue. Saat ngobrol-ngobrol sama pedagangnya ternyata si pedagang orang Pandeglang. Suami dan kakak ipar langsung ngomong pakai bahasa Pandeglang dengan bahasa dan aksen yang pas khas Banten. Tahu nggak saat kami mau pulang, dia bawain kami jajanan banyak. Katanya berasa ketemu orang sekampung, berasa deket sama kampungnya. Dia juga minta kami mampir lagi kalo lewat situ. Kenapa dia bisa berlaku seperti itu ? Karena kami bukan hanya bicara bahasa Pandeglang, tapi juga disertai aksen yang pas dengan bahasa tersebut. Kalo cuma pakai bahasa Pandeglang tapi aksennya nggak pas, mana dia percaya kalo kami dari Banten ? Manusia aja bisa begitu. Kebayang nggak sih lu, kira-kira lu bakal dapet kemudahan apa aja nih dari Allah kalo lu mengaji, membacakan setiap do'a dalam sholat dengan bahasa arab dengan tartil yang pas ?"

Mata temanku berbinar.

"Masya Allah... thank you ren, kayaknya gue perlu menghubungi guru tahsin gue lagi nih !"

"Semangat ya non ! Gue juga masih terus belajar kok !"😉


A note from Canada
Sat, July 14, 2018

ISLAM IS ONE

Dulu saya sering membaca sebutan : Islam liberal, Islam radikal, Islam modern, Islam moderat, Islam garis keras, dsb. Sekarang ada lagi : Islam nusantara bahkan ada lagi komik sex Islamiyah. Apa-apaan ini ?

Wahai akhi & ukhti, pahami arti sebelum memberi sebutan. Tidak perlu terpengaruh oleh klasifikasi yang mereka ciptakan.

Islam bukan agama yang diciptakan oleh manusia, karena :

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ  وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۗ  وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
innad-diina 'indallohil-islaam, wa makhtalafallaziina uutul-kitaaba illaa mim ba'di maa jaaa`ahumul-'ilmu baghyam bainahum, wa may yakfur bi`aayaatillaahi fa innalloha sarii'ul-hisaab

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)



Islam (Arab: al-islām, الإسلام, "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah SWT.

Dalam Al-Quran, Islam disebut juga Agama Allah atau Dienullah (Arab: دِينِ اللَّهِ).

Pengertian Islam secara  harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih. Kata Islam terbentuk dari tiga huruf, yaitu S (sin), L (lam), M (mim) yang bermakna dasar “selamat” (Salama).

Pengertian Islam menurut bahasa, kata Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini. الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما 

Ditinjau dari segi bahasanya secara etimologis Islam memiliki beberapa pengertian sebagai berikut :

1. Islam berasal dari kata ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai atau kedamaian.
2. Islam Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti berserah diri atau pasrah.
3. Islam Berasal dari kata istaslama–mustaslimun : penyerahan total kepada Allah SWT.
4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.
5. Islam Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.


Dari pengertian Islam secara bahasa ini, dapat disimpulkan Islam  adalah agama yang membawa keselamatan hidup di dunia dan di akhirat (alam kehidupan setelah kematian).

Islam memiliki undang-undang yang suci Al-Quran namanya. Dimana setiap muslim harus tunduk & patuh pada Al-Quran. Tidak ada yang boleh mengubah Al-Quran walau hanya 1 huruf pun, karena Al-Quran adalah firman Allah SWT. Bahkan Rasulullah sendiri pun tidak mencampur sabdanya dengan sabda Allah. Itulah sebabnya setiap sabda atau riwayat Rasulullah dengan para sahabat dikumpulkan dalan Hadist. Bukan dalam Al-Quran.

Lihat.... betapa terstrukturnya Islam !!! Betapa jelas aturannya !!

Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah liberal. Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah radikal. Islam begitu suci, tidak pantas disandingkan dengan istilah garis keras...!!! 

Islam itu agama dienullah (agama yang langsung diturunkan dari Allah), maka Islam tidak boleh dipahami sebagai budaya sehingga merasa sah-sah saja saat disandingkan dengan istilah nusantara, maka diciptakanlah Islam nusantara !

Apalagi sekarang beredar komik elektronik yang disebut komik sex Islamiyah, yang katanya membahas bagaimana cara-cara nabi berhubungan intim dengan isteri-isterinya. Bagaimana seorang suami harus mempergauli isteri-isterinya ada pada ilmu fiqih dalam Islam.



Bahasa Al-Quran dan hadist itu adalah bahasa sastra tingkat tinggi yang sarat dengan kesantunan yang luar biasa. Maka untuk memahami Al-Quran tidak cukup hanya membaca terjemahannya saja, maka muncullah ahli tafsir untuk menggali ilmu yang terkandung dalam Al-Quran dan hadist. Sebab antara terjemahan dan tafsir ini berbeda.

Mengapa Allah tidak pernah dituangkan dalam sebuah gambar ? Mengapa Rasulullah pun juga tidak pernah dituangkan dalam sebuah gambar ? Begitu jujurnya Islam, sebab Allah tidak pernah nampak, namun dapat dirasakan melalui sifat-sifatnya, maka tidak pernah dituangkan dalam gambar. Begitu mulianya Rasulullah, tidak perlu digambarkan dalam sebuah wujud, sebab wajah dan tubuh manusia dalam Islam erat kaitannya dengan aurat, maka yang terbaik adalah untuk tidak ditampakkan.

Bila sudah bisa disebut komik, artinya adalah cerita bergambar, dimana gambar lebih mendominasi daripada kata-katanya. Bila isinya tentang cara-cara Rasulullah mempergauli isteri-isterinya, bisa dibayangkan seperti apa gambar-gambar yang tertuang dalam komik itu.

Bagi saya pribadi ini pelecehan bagi Rasulullah (nabi terakhir bagi umat Islam). Komik ini lebih pantas disebut komik sex tanpa ada embel-embel Islamiyah. Islamiyah adalah sifat Islam. Pornografi dan porniaksi bukanlah sifat Islam.

Oh ya hampir lupa saya juga tidak akan ikut-ikutan menyebut Islam nusantara, mungkin lebih tepat sebutannya adalah agama nusantara, perkara ada beberapa orang Islam yang meyakini agama nusantara, ini soal lain, sebab Islam berbeda dengan orang Islam.

Ini pendapat saya pribadi yaa... anda boleh saja untuk tidak sependapat, apalagi mungkin anda penganut agama nusantara, monggo bebas saja, sebebas orang gila yang jalan-jalan nggak pakai baju. Tapi tidak perlu ngisruh, ini lapak saya, akun saya, bukan lapak anda !

ISLAM IS ONE. NOTHING ELSE.

Wassalam

Rabu, 04 Juli 2018

WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN OMA DAN OPA


Wawancara dengan OPA :

Aku : "Opa, berapa lama dulu opa pacaran sama oma ?"
Opa : "Kami tidak pacaran"
Aku : "Dijodohkan ?"
Opa : "Tidak juga."
Aku : "Lho trus ?"
Opa : "Saat aku bercerita pada ibuku, sedang tertarik dg wanita, ibuku langsung melamarnya.

Aku : "Opa langsung setuju ?"
Opa : "Setujulah, karena aku serius dengannya. Dan ibuku sudah menjaga harga diriku, karena aku tidak perlu berpacu dengan debaran hatiku hanya untuk mengatakan "aku cinta kamu, maukah kamu menjadi pacarku ?" Tapi ibuku yang langsung melamarnya untukku."
Aku : "Apakah opa tidak pernah pacaran sebelumnya ?"
Opa : "Pernah."
Aku : "Lantas kenapa tidak melamar pacar-pacar opa ?"
Opa : "Mereka adalah wanita-wanita berani. Bila denganku saja mereka berani, akankah mereka menghormati ibuku ?"


Aku : "Apa yang menarik dari oma ?"
Opa : "Dia tidak menarik, tapi dia berbeda. Dia satu2nya wanita yg saat itu kuperkirakan hanya terpaut beberapa tahun dibawahku dan selalu kulihat sholat subuh berjama'ah di masjid kampung kami dulu. Padahal kampung kami begitu luas dan hanya ada 1 masjid."
Aku : "Lantas, opa cari tahu dimana rumah oma ?"
Opa : "Tidak perlu, cukup kuajak ibuku untuk sholat subuh dan beliau yg langsung bertanya dimana rumah orang tuanya."
Aku : "Selama menikah, pernahkah opa jatuh cinta dengan wanita lain selain oma ?"
Opa : "Aku tidak tahu, itu jatuh cinta atau apa, tapi aku pernah tertarik pada wanita lain selain isteriku. Namun itu hanya sesaat, tidak berlangsung lama, aku kembali lagi pada isteriku."
Aku : "Apa istimewanya seorang oma, hingga opa akhirnya memilih kembali lagi pada oma ?"
Opa : "Karena dia satu-satunya wanita yang aku nikahi tanpa aku pacari."

Kita beralih pada Oma :

Aku : "Sebelum menikah dengan opa, apakah oma pernah pacaran ?"
Oma : "Pernah, beberapa kali."
Aku : "Mengapa tidak menikah dengan salah satu dari mereka ?"
Oma : "Mereka belum ada yang siap menikah. Begitulah alasannya."

Aku : "Opa bercerita, oma satu-satunya remaja yang sholat subuh berjama'ah di masjid kampung oma dulu. Apa yang mendorong oma selalu sholat subuh berjama'ah di masjid ?"
Oma : "Saat itu aku sering menerima kekecewaan. Aku bercerita pada guruku (wanita), beliau menyarankan bila aku ingin mendapatkan yang terbaik, maka aku harus melakukan hal-hal terbaik ditempat terbaik dengan cara terbaik."
Aku : "Saat opa melamar, apakah langsung oma terima ?"
Oma : "Tidak, aku bertanya dulu pada Allah hingga memiliki ketetapan hati."
Aku : "Selama menikah dengan opa, pernahkah oma jatuh cinta dengan pria lain ?"
Oma : "Mungkin bukan jatuh cinta, tapi yaa... aku pernah tertarik pada pria lain selain suamiku. Tapi itu hanya sesaat dan aku kembali lagi pada suamiku."
Aku : "Apa istimewanya opa dibanding pria-pria yang sempat menarik hati oma itu ?"
Oma : "Dia satu-satunya pria yang melamarku tanpa memacariku."

MASYA ALLAH....!!!

Kita tidak akan mendapatkan pasangan yang sempurna. Karena keimanan yang pasang surut, dan bisikan syetan yang tak pernah surut. Tapi inshaa Allah kita dapatkan pasangan terbaik, dengan ibadah terbaik, ikhtiar terbaik, ditempat terbaik.

Untuk jomblowan : putuskan saja pacarmu ! temui dia yang tidak bersedia untuk kau pacari, namun bersedia untuk kau nikahi.

Untukmu jomblowati : putuskan saja pacarmu ! Siapkan diri menjadi pribadi terbaik ! Karena yang sholeh bukan memacari tapi menikahi.

"Selamat opa oma untuk pernikahan emas (50 th). Semoga selalu bersama di dunia dan akherat."

Terima kasih atas wawancara eksklusif ini.

Wassalam....

TEGURAN ATAU UJIAN

Manusia seringkali GeeR setiap tertimpa masalah selalu bilang *"ini ujian dari Allah, saya harus terima, karena sudah takdir !"*Benarkah ? Pernyataan diatas kerap kali membuat kita lengah, sehingga selalu gagal instrospeksi  diri.

Bagaimana tidak gagal introspeksi diri karena tidak pernah bisa melakukannya. Manusia tidak akan pernah tahu kesalahannya karena ia tidak pernah tahu kebenaran yang sebenarnya.
Satu-satunya cara untuk tahu kebenaran yang sebenarnya adalah dengan terus pelajari hukum Allah !

*HIJRAH - ISTIQOMAH - KAFAH*
*"Paksakan diri _Sami'na wa ato'na_*


● Bagaimana mau bisa introspeksi diri kalo sudah PeDe dan merasa cukup hanya dg sholat 5 waktu


● Bagaimana mau instrospeksi diri, saat ada dalil yang mengingatkan tentang tata cara dan aturan ibadah yang benar sudah meradang dengan mengatakan

*"Tidak semuanya harus pakai dalil !"*
*"Jangan suka mem- _bid'ah_ kan orang !"*


● Saat ada seruan larangan riba, dengan sok pinternya berdalih :

*"Kalo ga KPR, gimana mau dapet rumah !?"*
*"Kalo ga kredit leasing, gimana mau punya kendaraan !?"*
*"Kalo ga boleh ini itu, gimana bisa punya sesuatu ?!"*
*"Beragama itu nggak usah ribet !"*

Sebenarnya beragama itu memang nggak pake ribet, yang ribet itu banyaknya keinginan manusia.
Parahnya manusia tidak pernah sadar bahwa _syahwat dunia_ itu lebih bikin capek, lebih bikin ribet daripada aturan agama.




● Diminta bersedekah, akan keluar alasan ini :

*"Bersedekah itu tidak perlu dipaksa, kalau nggak ikhlas sedekahnya jadi percuma !"*
Padahal perintahNYA sudah jelas
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” *(QS. Al Munafiqqun:10)*

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” *(QS. Al Baqarah:195)*

“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. *(QS. Al Baqarah:215)*

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan serta melapangkan (rejeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” *(QS. Al Baqarah:245)*

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” *(QS. Al Baqarah:261)*

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” *(QS. Al Baqarah:267)*

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” *(QS. Al Baqarah:271)*

*(Simak juga QS. Al Baqarah: 272, 273,274. QS. Ali Imran: 133-134, QS. An Nisa:114. QS. Al Lail:5-8)*


● Sebuah gengsi dan ambisi yang dianggap benar :

*"Saya butuh biaya untuk sekolah anak saya, karena disana kualitasnya bagus. Memang mahal, tapi bila berprestasi akan di kirim ke luar negeri, maka saya tetap berusaha, walau harus berhutang supaya anak saya bisa pintar dan paham agama, tidak bodoh seperti orang tuanya."*
Berkualitas dimata manusia, apakah berkualitas juga dimata Allah ?
Ingin menjadikan anak pintar dan paham agama, haruskah berhutang ?

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

"Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutanh" (HR. Muslim)

Dari Abu Qatadah radhiallahuanhu bahwasanya Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam pernah berdiri di tengah-tengah para shahabat, lalu beliau mengingatkan mereka bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada-Nya adalah amalan yang paling afdhal. Kemudian berdirilah seorang shababat, lalu bertanya. “Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku gugur di jalan Allah, apakah dosa-dosaku akan terhapus dariku?” Maka jawab Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam kepadanya, “Ya, jika engkau gugur di jalan Allah dalam keadaan sabar dalam mengharapkan pahala, maju pantang melarikan diri.” Kemudian Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Kecuali hutang, karena sesungguhnya Jibril menyampaikan hal itu kepadaku.”

*Mati Syahid Tidak Menghapus Hak Bani Adam, Tapi Menghapus Hak Allah*



Mengomentari hadits diatas, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata, “Orang mati syahid itu diampuni seluruh dosanya kecuali hutang. Dapat diambil pelajaran bahwa mati syahid itu tidak dapat menghapus hak orang. Sedangkan adanya hak orang pada dirinya, tidak menghalanginya mendapatkan derajat syahadah/syahid. Tidak ada makna syahadah melainkan bahwa Allah memberikan kepada orang yang mendapatkan syahadah dengan pahala khusus. Dimuliakan dengan kemuliaan yang berlebih. Sungguh dalam hadits telah diterangkan bahwa Allah mengampuni (semua dosa) kecuali ada sangkutan (hak manusia). Jika orang yang mati syahid itu mempunyai amalan-amalan saleh, dan syahadah dapat menghapuskan kejelekan selain dari sangkutan (hak). Maka amalan-amalan saleh akan bermanfaat dalam timbangan (untuk menghapus) sangkutan (hak). Sehingga derajat syahadah akan tetap (diperoleh) sempurna. Jika tidak mempunyai amalan saleh, maka itu tergantung (keputusan Allah). Wallahu’alam.” Fathul Bari, 10/193.

Oleh karena itu, seseorang hendaknya berpikir: “Mampukah saya melunasi hutang tersebut dan mendesakkah saya berhutang?” Karena ingatlah hutang pada manusia tidak bisa dilunasi hanya dengan istighfar.




● Dan masih ada banyak yang belum bisa tersebutkan diatas. Bahkan ada ritual puasa weton (hari lahir sesuai kalender jawa, katanya agar watak anak bisa dilembutkan). Ini namanya apa ? Apakah ibadah ini dibenarkan dalam Islam ?


Bila masih merasa benar, maka sampai kapanpun tidak akan pernah bisa introspeksi diri. Saat ada masalah akan bilang : *"Ini ujian !"*

Subhanallah...!!! Apakah keshalihan anda sudah setara nabi Yusuf dan nabi Ayub ? sehingga saat masalah datang selalu merasa itu adalah ujian ? Bukan teguran ? Lupakah bahwa ada klasifikasi halal, haram, wajib, sunnah, makruh, sebab Allah ciptakan kehidupan ini lengkap dengan hubungan sebab akibat ?

Nah untuk bisa tahu mana yang petunjuk dan mana yang ujian hanya melalui :

*"INTROSPEKSI DIRI DENGAN BENAR"*

Untuk bisa introspeksi diri dengan benar, *Pelajari Islam secara kafah* tanpa tapi, tanpa nanti, tanpa gimana.

*"Saat hidupmu penuh masalah sejatinya hubunganmu dengan Allah sedang bermasalah"*

Allahualam bishowab

HANYA BUTUH TAAT DAN ISTIQOMAH

(Nama & tempat dirahasiakan, agar tidak menjadi riya) Dulu saat saya jadi wanita karier, seolah tidak masalah sedikit-sedikit nabra...

Postingan Populer